BANDA ACEH – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh merilis, angka ibu bayi yang menyusui atau pemberi ASI secara eksklusif di Aceh hanya 23 persen, sisanya 77 persen tidak menyusui.
“Angka ini sangat rendah, akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan dan pola asuh bayi. Patut dipertanyakan kenapa ibu-ibu di Aceh malas memberikan ASI secara eksklusif. Padahal ASI sangat baik untuk pertumbuhan bayi,” ujar Kepala BKKBN Aceh, Sahidal Kasri, Kamis 19 Maret 2020.
Sahidal menyebutkan, terkait minimnya angka pemberian ASI di Aceh akan berdampak meningkatnya masalah stunting. Karena itu pola asuh menyusui ASI harus ditingkatkan, sehinga tidak akan berimbas terjadi stunting di Aceh. “Kalau masalah gizi di Aceh melimpah ruah, faktor yang menyebabkan stunting anak-anak Aceh ini sedikit kali lah,” jelasnya.
Dia menyebutkan, faktor utama stunting di Aceh, akibat pemberian ASI secara eksklusif rendah. BKKBN Aceh sedang mengupayakan peningkatan angka pemberian ASI secara eksklusif dan menggenjot program untuk penurunan indikator angka kematian ibu dan balita, sekaligus menjaga kesehatan ibu dan balita.
“Entah kenapa ibu-ibu di Aceh malas menyusui. Padahal Asi ibu itu sangat bagus untuk pertumbuhan bayi. Tentu ibu sehat, balita sehat, BKKBN sedang menggenjot untuk meminimalisir angka kematian ibu bayi,” tegasnya. [Khairul]


