ACEH UTARA – Bangunan Puskesmas Baktiya Barat di Gampong Lhok Iboeh, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, bersumber dari APBN tahun 2011 sampai sekarang belum difungsikan.

Pantauan portalsatu.com/, Kamis, 19 Maret 2020, di kompleks puskesmas baru itu terdapat sejumlah bangunan, seperti ruang rawat inap, ruang pelayanan, IGD dan beberapa rumah dinas dokter. Pekarangan sejumlah bangunan itu tampak tertutup tumbuhan liar. 

Kondisi bangunan puskesmas terbengkalai itu ditinjau anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara. Di antaranya, Ketua Komisi III, Razali Abu, Sekretaris Komisi III, Jufri Sulaiman, anggota Komisi III, Zubir HT., H.T. Nurdin, dan Tgk. Azhari Abdul Manan. Kedatangan mereka ditemani Kepala Puskesmas Baktiya Barat, Nurhibbati Amrita, SKM.

Razali Abu mengatakan, pihaknya ingin melihat bangunan puskesmas yang terbengkalai. “Itu dibangun dengan APBK dan dana Otsus antara tahun 2010-2011, tapi sekarang belum difungsikan sehingga dewan turun ke lapangan untuk bisa melihat apa permasalahannya”.

“Ini menyangkut dengan aset pemerintah. Maka kita harapkan Dinas Kesehatan jangan sia-siakan aset pemerintah, karena itu dibangun dengan uang negara. Kita melihat memang sudah cukup untuk ruang rawat inap di puskesmas ini, cuma alasan dari pihak puskesmas belum dilakukan serah terima bangunan puskesmas tersebut dengan Dinas Kesehatan Aceh Utara. Sedangkan selama ini masih dimanfaatkan bangunan puskesmas lama di Keude Sampoiniet,” kata Razali kepada wartawan di lokasi puskesmas terlantar itu.

Razali menyebutkan, dewan akan memanggil Dinas Kesehatan untuk meminta penjelasan, apakah benar belum dilakukan serah terima atau ada persoalan lainnya.

“Memang kita melihat pihak puskesmas merasa agak berat untuk pindah ke lokasi bangunan puskesmas yang baru itu, dengan berbagai alasan. Padahal puskesmas lama (di Keude Sampoiniet) itu sudah sempit lokasinya. Kita rasa itu lebih tepatnya harus segera difungsikan bangunan puskesmas baru agar tidak lagi terlantar. Karena pembangunan puskesmas itu menghabiskan uang negara diperkirakan miliaran rupiah,” ujar Razali Abu.

Kepala Puskesmas Baktiya Barat, Nurhibbati Amrita, menyebutkan, pihaknya mengikuti arahan dari pemerintah. “Tentu kita pun siap-siap apabila lokasinya dipindahkan ke puskesmas (yang belum difungsikan) itu. Kami ini kan pekerja, dan pekerja itu siap di mana saja ditempatkan. Tapi untuk puskesmas kita ini statusnya adalah rawat jalan, bukan rawat inap. Kalau mengenai bangunan puskesmas yang barada di Lhok Iboeh itu memang sampai saat ini belum dilakukan serah terima kepada pemerintah daerah,” ujar Nurhibbati.[]