ACEH UTARA – Anies Baswedan menyebut Aceh memiliki sejarah yang melahirkan para tokoh dan pejuang untuk memperjuangkan keadilan sehingga namanya tetap harum dikenang hingga saat ini. Hal itu yang membuat Anies senang bisa kembali berkunjung ke Bumi Pasai untuk bersilaturahmi dan menyapa warga Aceh.
“Kami merasa senang bisa kembali ke Tanah Pasai. Datang bersama istri,” kata Anies saat memberikan sambutan dalam acara “Anies Saweu Rakyat Aceh” di Lapangan Bumi Gas, Tanah Luas, Aceh Utara, Rabu, 1 November 2023. Acara itu dihadiri ramai kader dan simpatisan partai politik Koalisi Perubahan, parpol lokal Aceh, relawan, dan warga.
Menurut Anies, Aceh selalu membanggakan karena melahirkan pejuang tangguh dan hebat. “Dari tanah ini penuh dengan orang harum yang melampaui waktu. Bukan karena kompromi, tetapi karena selalu siap melawan ketidakadilan.”
Ketika kolonialisme datang ke Nusantara, Aceh merupakan satu-satunya wilayah yang tidak memberikan tempat kepada penjajah. “Di sini [Aceh] orang-orangnya teguh, konsisten, istikamah, dan konsisten untuk menghadirkan keadilan. Ini ditunjukkan pula melalui putra Aceh, Bapak Surya Paloh. Meski telah berusia 72 tahun, pilihannya tidak sederhana. Banyak tekanan. Apakah beliau melunak? Apakah beliau takut? Tunduk? Tidak,” tegas Anies.
Anies menilai Surya Paloh sebagai Ketua Umum NasDem justru meneruskan perjuangan rakyat Aceh. “Begitu memutuskan [mencalonkan Anies sebagai capres], saya berjuang untuk keadilan, untuk perubahan. Insya Allah dibuka pintu keberhasilan.”
Acara itu juga dihadiri Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali, Ketua DPW NasDem Aceh Teuku Taufiqulhadi, Ketua DPD Aceh Utara Zubir, Ketua DPW PKS Aceh Tgk. Makhyaruddin Yusuf, Ketua DPW PKB Aceh Irmawan. Kemudian Tgk. H. Tu Bulqaini Tanjungan, Ketua Umum Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh; Ketua Umum Parta Soliditas Independen Rakyat Aceh (SIRA) Muslim Syamsuddin; Majelis Tinggi Partai SIRA Muhammad Nazar; Ketua DPW Partai Darul Aceh (PDA) Aceh Utara Khairul Rizal.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 17 parpol nasional dan 6 partai lokal Aceh menjadi peserta Pemilu 2024. Tiga parpol lokal Aceh: PAS, PDA, dan SIRA telah deklarasi untuk mendukung pasangan Anies – Gus Imin (Amin).
Ulama Aceh Dukung Anies
Usai acara di Lapangan Bumi Gas, Aceh Utara, Anies Baswedan bertemu para ulama besar dan ternama di Serambi Mekkah. Para ulama besar ini berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh, yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Selatan, Bireuen, Bener Meriah, dan wilayah lainnya. Para ulama berpengaruh itu menyampaikan dukungan di hadapan Anies saat silaturahmi di Aceh Utara, Rabu (1/11).
Salah satunya, Syekh Abi Hidayat Waly, pimpinan Dayah Darussalam Labuhan Haji Aceh Selatan. Ia adalah cucu dari Abuya Muda Waly, pendiri Dayah Darussalam. Ulama lainnya, Syekh Tgk. Hasanoel Bashry (Abu Mudi), pimpinan Dayah Mudi Masjid Raya Samalanga, Bireuen. Selain itu, Tgk. H. Tu Bulqaini Tanjungan dari Dayah Markaz Ishlah Al-Aziziyah, Banda Aceh. Tu Bulqaini juga Ketua Umum Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh, dan banyak ulama Aceh lainnya.
Dalam silaturahmi itu, Anies menyebut selama ini Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) belum digunakan dengan optimal. Seharusnya DOKA sudah banyak menghasilkan hal positif di provinsi ini, khususnya bagi kesejahteraan rakyat.
“Ini perlu ada perpanjangan [DOKA], tetapi semuanya harus terukur, capaiannya harus jelas, dan ada tanggung jawab tiap wilayah yang berjenjang, provinsi dan kabupaten/kota,” tutur Anies.
Anies menilai perlu adanya badan khusus yang mengelola DOKA disertai target sehingga bukan sekadar komitmen perpanjangan Dana Otsus, tetapi juga komitmen meningkatkan pembangunan di Aceh.[](ril)






