Sabtu, Juli 20, 2024

Peringati Haul Abati Banda...

LHOKSEUMAWE - Ratusan jamaah Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi'i Aceh menggelar pawai akbar dalam...

Pj. Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerahkan bantuan masa panik secara simbolis...

Sekum PB PON Wilayah...

BANDA ACEH – Progres pembangunan beberapa venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

PT PIM Bantu Korban...

ACEH UTARA - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan kepada korban badai...
BerandaAnti Dehidrasi Selama...

Anti Dehidrasi Selama Puasa, Ini Tipsnya

Salah satu risiko yang mungkin terjadi selama menjalani ibadah puasa ialah kekurangan cairan atau dehidrasi. Dengan pengaturan minum yang tepat, risiko kekurangan cairan selama berpuasa dapat ditepis dengan mudah.

“Puasa bukan berarti kita tidak mencukupi kebutuhan air kita,” ungkap dokter spesialis gizi klinik Fiastuti Witjaksono saat ditemui dalam diskusi kesehatan bersama Nestle, di Jakarta.

Fiastuti mengatakan kebutuhan cairan per hari rata-rata ialah enam hingga delapan gelas air. Selama puasa, pemenuhan kebutuhan cairan ini harus dioptimalkan pada saat sahur dan berbuka.

Waktu sahur, Fiastuti menyarankan agar ummat Muslim meminum dua atau tiga gelas air. Satu gelas bisa diminum terlebih dahulu sesaat setelah bangun tidur dan satu atau dua gelas sisanya bisa diminum setelah makan.

Sisa kebutuhan cairan tubuh bisa dipenuhi setelah berbuka secara bertahap. Pemenuhan cairan setelah berbuka ini bisa dilakukan saat membatalkan puasa, setelah menjalani shalat maghrib dan setelah tarawih.

Dengan pembagian ini, proses pemenuhan kebutuhan cairan tubuh selama berpuasa akan tercapai dengan baik tanpa disadari. Kebutuhan cairan yang tercukupi juga dapat membantu ummat Muslim menjalani ibadah puasa dengan lebih optimal.

Akan tetapi, Fiastuti tidak menyarankan pemenuhan kebutuhan cairan dari minuman seperti teh dan kopi. Alasannya, kedua minuman berkafein ini mendorong urin keluar lebih banyak sehingga memicu tubuh untuk merasa haus karena kekurangan cairan.

“Jadi, minumnya air putih,” jelas Fiastuti. | sumber : republika

Baca juga: