LHOKSUKON – Polres Aceh Utara membangun dua posko pelayanan dan satu posko pengamanan guna mengantisipasi lonjakan arus mudik menjelang lebaran Idul Fitri dan juga arus balik. Dalam Operasi Ramadnia (Ramadan dan Hari Raya) Rencong 2016 ikut diturunkan 110 personel dan 75 personel gabungan.

“Operasi Ramadnia ini merupakan nama baru dari Operasi Ketupat. Tahun ini kami menurunkan 110 personel dan 75 personel gabungan dari TNI, Polisi Militer, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD Satpol-PP dan WH, RAPI, PMI dan lainnya,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan, melalui Kabag Ops AKP Edwin Aldro kepada portalsatu.com, Jumat, 1 Juli 2016.

Ia menyebutkan, dua posko pelayanan didirikan di SPBU Baktiya Barat dan SPBU Teupin Punti, sedangkan posko pengamanan difokuskan di Poslantas Terminal Kota  Lhoksukon. Operasi Ramadnia ini digelar selama 16 hari terhitung 30 Juni hingga 15 Juli 2016.

“Untuk wilayah Polres Aceh Utara ada beberapa titik rawan laka lantas. Masing-masing di Alue Bilie, Alue Gunto dan Simpang Dama. Khusus di titik itu diberi rambu tambahan sebagai peringatan kepada pengguna jalan. Selain itu juga disiagakan personel untuk melakukan patroli rutin,” ujarnya.

AKP Edwin mengimbau, masyarakat yang mudik juga diminta memperhatikan keamanan rumah.

“Perhatikan keamanan rumah sebelum ditinggal mudik. Mulai dari kunci rapat pintu dan jendela hingga memeriksa listrik dan kompor. Jika memang ada tetangga yang tidak mudik, sebaiknya titip rumah ke tetangga untuk mengecek apabila ada suara atau hal – hal yang mencurigakan lainnya,” ujar AKP Edwin Aldro. []