Assalammualaikum,

Perkenalkan nama saya Desi, saya mau menanyakan bagaimana cara mengatur pola konsumsi selama bulan puasa, agar terpenuhi semua asupan yang dibutuhkan tubuh seperti karbohidrat, protein dan serat, juga bagaimana cara mencukupi kebutuhan asupan air putih. Pengalaman saya, saat buka puasa minum banyak air (sirup, air kelapa) langsung makan nasi, setelah itu paling minum waktu sahur lagi. Satu lagi apa yang dimaksud dengan karbohidrat kompleks, saya pernah mendengar kalau jus termasuk jenis karbohidrat sederhana, bagaimana maksudnya? Mohon penjelasannya. Salam

Desi, 21 tahun

Domisili di Aceh Besar

 

Jawab:

Assalamualaikum Desi,

Mengatur menu makanan memang harus dilakukan tidak hanya di bulan puasa tetapi juga pada bulan yang lain. Namun, karena kita sedang berpuasa, maka waktu kita mengonsumsi makanan berbeda dengan hari-hari biasa. Yang biasanya kita makan pada siang hari, tetapi saat berpuasa makanan yang kita konsumsi pada malam hari. Nutrisi yang diperlukan sama saja dengan saat kita tidak berbuasa, harus mengikuti pedoman umum gizi seimbang (PUGS) yaitu mengandung karbohidrat, lemak, serat, dan protein.

Untuk kebutuhan air, tubuh kita memerlukan minimal 2 liter air sehari. Karena sedang berpuasa, kita bisa mensiasati minum air dengan 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Air di sini tidak mesti air putih, tetapi bisa juga air kelapa, sirup, teh, dan lain-lain. (Baca juga: Hal yang Perlu Diperhatikan Penderita Diabetes agar Puasa Lancar)

Karbohidrat terbagi dua, karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana adalah karbohidrat yang terdiri dari satu atau dua molekul gula. Karbohidrat jenis ini cepat diolah tubuh karena struktur kimia molekulnya lebih sederhana. Karena lebih cepat dicerna tubuh, karbohidrat sederhana dapat meningkatkan kadar glukosa darah seseorang dengan cepat beberapa saat setelah dikonsumsi. Contoh karbohidrat sederhana adalah gula pasir, gula merah, sirup jagung, madu, sirup maple, molasses, selai, jelly, soft drink, permen, produk gandum putih, cake, yogurt, susu, cokelat, buah, jus buah, biskuit, dsb.

Karbohidrat kompleks adalah karbohidrat yang struktur kimianya terdiri dari tiga molekul gula atau lebih yang biasanya saling terikat dalam suatu rantai molekul. Gula ini lebih kaya serat, vitamin, dan mineral. Karena molekulnya lebih kompleks, karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh. Karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh maka karbohidrat kompleks menyebabkan kenaikan glukosa darah seseorang dengan lebih lambat beberapa saat setelah dikonsumsi jika dibandingkan dengan efek mengkonsumsi karbohidrat sederhana. Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks antara lain pisang, beras cokelat, lentil, oats, kentang, jagung, ubi jalar, kacang polong, labu, apel, asparagus, brokoli, kol, wortel, terong, timun, strawberry, tomat, dsb.

Demikian penjelasan dari saya. Semoga bermanfaat.[]

dr. Liza Fathiariani adalah dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Unsyiah. Pernah bekerja di RS Aceh Besar dan RS Al Islamic Hospital Banda Aceh. Saat ini ia bekerja di BPJS Aceh Barat Daya dan membuka praktek pribadi. Selain berprofesi sebagai dokter, dr. Liza juga mengelola berbagai blog seperti www.dokterliza.com dan www.liza-fathia.com.

Catatan redaksi:

www.portalsatu.com kini menyediakan rubrik konsultasi yang diasuh oleh dr. Liza Fathiariani. Kirim pertanyaan Anda seputar kesehatan ke editorportalsatu@gmail.com dengan subjek Konsultasi Kesehatan. Jangan lupa sertakan biodata singkat dan informasi lengkap seputar keluhan kesehatan Anda.