Taufik Sentana
Peminat studi sosial dan budaya,
Banyak menulis puisi dan esai.

Sastra Islam (di Indonesia umumnya) berkembang dalam empat periode, yaitu zaman awal, peralihan, klasik, dan akhir. Perkembangan sastra Islam ini ditandai dengan munculnya terjemahan dan saduran karya-karya Arab dan Persia ke dalam bahasa Melayu (malaka). Karya-karya yang muncul, di antaranya Hikayat Iskandar Zulkarnain, Hikayat Amir Hamzah, dan Hikayat Muhammad Ali Hanafiya.

Adapun periode klasik berlangsung dari akhir abad ke-16 M hingga awal abad ke-18 M. Dalam fase modern dianggap bermula dari pertengahan abad ke-18 M hingga abad ke-20 M hingga ke periode digital (potmodern) sekarang.

Islam memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan sastra di Indonesia, seperti:
Munculnya banyak karya sastra bercorak Islam, seperti hikayat, babad, suluk, pantun,  gurindam dan syair.

Di samping itu banyak kosakata Arab yang digunakan dalam bahasa Indonesia juga sebagai penanda pengaruh sastra islam.

Ajaran-ajaran Islam yang integral telah memengaruhi cara berkomunikasi dan etika berbahasa masyarakat Indonesia

Pengertian Sastra Islam:
Menurut Said Hawwa adalah seni atau sastra yang berlandaskan kepada akhlak Islam. Sedangkan menurut Ala al Mozayyen sastra Islam muncul sebagai media dakwah, yang di dalamnya terdapat tujuh karakteristik konsistensi, pesan, universal, tegas dan jelas, sesuai dengan realita, optimis, dan menyempurnakan akhlak manusia.

Oleh sastrawan Indonesia, Goenawan Mohammad disebutkan, sastra Islam adalah sastra yang mempromosikan sistem kepercayaan atau ajaran Islam; memuji dan mengangkat tokoh-tokoh Islam; mengkritik realitas yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam; mengkritik pemahaman Islam yang dianggap tidak sesuai dengan semangat asli Islam awal, atau paling tidak, sastra yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.

Adapun menurut liga dunia sastrawan Islam, (rabithah al alam al islami)
1. Sastra Islam sebagai ekspresi manusia, kehidupan dan semesta dalam perspektif Islam. Sastra Islam sebagai pertanggungjawaban kepada Allah

2. Sastra Islam sebagai literatur seluruh kaum muslimin dan sebagai refleksi dari keunikan ras dan bahasa. Sastra Islam menghadirkan konsep Islam yang kaaffah (integral) tentang manusia, kehidupan, dan semesta.

3. Sastra Islam me-rejects seluruh penyimpangan dalam teori sastra sekular, doktrin, kesalahan sastra Arab, dan kritik sastra yang bertentangan dengan semangat Islam.

Demikian selintas pandang tentang sastra islam dan dampaknya bagi perkembangan masyarkat Indonesia.[]

*Taufik Sentana
Peminat studi sosial dan budaya
Banyak menulis puisi dan esai.