BANDA ACEH – Mantan Tuha Peut Partai Aceh (PA), Zakaria Saman, tidak mempercayai pernyataan sejumlah politisi Partai Aceh yang bakal mundur dari kursi dewan jika sengketa Pilkada Aceh tidak diselesaikan dengan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA). Pria yang akrab disapa Apa Karya ini menilai ancaman tersebut tidak bakal mampu dilaksanakan ke depannya.
“Tan ta percaya, teungoh lemak that (tidak percaya, sedang enak sekali menjabat),” kata Apa Karya kepada portalsatu.com, Minggu, 19 Maret 2017, menyikapi ancaman mundur anggota Fraksi Partai Aceh terkait UUPA.
Meskipun demikian, dia akan memberikan rasa hormat jikapun nantinya ada politisi yang berani mundur dari kursi parlemen karena kukuh memperjuangkan UUPA. “Nyan nyoe na peubut, nyoe aneuk ma ngon aneuk du. Nyan nyoe dipelaku, nyoe ureung Aceh. Ureung Aceh kiban kheun meunan but,” kata Apa Karya.
Meskipun demikian, Apa Karya mengaku tidak mau mencampuri lagi urusan internal Partai Aceh. Dia menyebutkan, sebagai pendiri partai, dirinya sudah tidak dianggap lagi.
“Hak awak nyan (digugat atau tidak), lon han dideungo le. Wate ta peugah, dikecam geutanyoe,” kata Apa Karya.[]

