BANDA ACEH – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah, Hasrizal menilai APBA 2016 tidak prorakyat. Hal itu terungkap dari hasil evaluasi/koreksi Mendagri terhadap APBA.
“Di samping pembahasannya yang lambat, APBA juga tidak prorakyat,” tulis Hasrizal melalui pesan singkat diterima portalsatu.com/, Kamis, 25 Februari 2016.
Jika mengacu pada hasil koreksi Mendagri, kata Hasrizal, terkesan pembahasan APBA oleh Pemerintah dan DPR Aceh tidak becus. “Kalau begini kan tidak becus. Masak ‘mahal tali daripada lembu’. Biaya operasional mahal, sedangkan kinerja minim,” tulis Hasrizal.
Hasrizal berharap persoalan ini menjadi pelajaran bagi Pemerintah dan DPR Aceh dalam pembahasan rancangan anggaran ke depan. Ia mengingatkan jangan sampai ada kepentingan pribadi atau kelompok dalam pembahasan APBA.
Menurut Hasrizal, APBA harus diprioritaskan untuk kepentingan rakyat. “DPRA dan pemerintah harus prorakyat, tidak ada kepentingan individu/kelompok di atas kepentingan rakyat,” tulisnya.[] (idg)


