Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsAS Potong Lagi...

AS Potong Lagi Bantuan Bagi Palestina di Gaza dan Tepi Barat

JAKARTA – AS kembali memotong bantuan bagi Palestina yang digunakan untuk program-program mendukung upaya mengakhiri konflik dengan Israel sebesar US$10 juta sehingga total penghentian dana dari negara itu mencapai lebih dari US$500 juta. 

Dana ini digunakan untuk program rekonsiliasi warga Palestina, Yahudi dan juga warga Israel keturunan Arab.

Seorang pejabat kedutaan besar AS di Israel menyebut porsi bantuan bagi warga Palestin di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jalur Gaza sekarang dialihkan untuk program yang melibatkan warga Yahudi dan warga Israel keturunan Arab. 

Meski belum jelas jumlah jatah dana bagi warga Palestina yang dihentikan itu. 

Para pejabat AS juga belum bisa mengkonfirmasi apakah pencabutan dana ini membuat seluruh bantuan non-keamanan kepada Palestina telah dihentikan. 

“Seperti yang telah diumumkan Agustus, pemerintah mengalihkan lebih dari US$200 juta yang sebelumnya diperuntukkan untuk program-program di Jalur Gaza dan Tepi Barat,” kata pejabat kedutaan besar AS, Minggu (17/9). 

“Selain itu kami juga mengalihkan sebagian dari dana sebesar US$10 juta yang diperuntukkan untuk manajemen dan mitigasi konflik.”

Pejabat itu mengatakan jatah bantuan bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza akan digunakan untuk “memperkuat” program-program serupa di Israel. 

Presiden Donald Trump mengatakan akan menahan bantuan bagi Palestina untuk memaksa mereka kembali ke meja perundingan sementara Gedung Putih mempersiapkan rencana perdamaian Timur Tengah yang disebutnya “kesepakatan akhir”. 

Para pemimpin Palestina menghentikan semua kontak dengan Gedung Putih setelah Trump mengakui kota Yerusalem yang dipersengketakan sebagai ibu kota Israel Desember lalu. 

Mereka menuduh Trump terang-terangan mendukung Israel dan memeras Palestina agar terpaksa menerima persyaratan damai Gedung Putih. 

Minggu lalu Departemen Luar Negeri AS memerintahkan penutupan kantor misi Palestina di Washington dan PLO mengatakan stafnya diberi waktu hingga 13 Oktober untuk segera pindah. 

“Staf diperintahkan untuk menghentikan operasi, menutup semua rekening bank dan diberitahu sewa gedung tidak akan diperpanjang. Staf diberi waktu hingga 13 Oktober untuk mengosongkan kantor itu,” ujar pernyataan tertulis PLO, Minggu (16/9).

Disebutkan bahwa pihak berwenang AS juga mencabut visa isteri kepala misi Palestina dan dua anak mereka berusia lima dan tujuh tahun. 

PLO menyebut mereka telah meninggalkan Amerika minggu lalu. 

Kepala misi Palestina di AS Husam Zomlot dipanggil pulang ke Ramallah oleh presiden Palestina Mahmud Abbas Mei lalu sebagai protes atas kepindahan kedutaan besar AS ke Yerusalem. 

Pejabat senior PLO Hanan Ashrawi mengatakan dalam pernyataan tertulis bahwa keputusan mencabut visa keluarga Zomlot sebagai “tindakan tak berperikemanusiaan yang menjadi-jadi”. 

“Aksi balas balasan pemerintah Trump ini bersifat dengki,” tulisnya. “AS meningkatkan upaya menekan dan memeras Palestina ke tingkat baru.”

Dalam beberapa minggu ini, pemerintah AS mengumumkan pemotongan bantuan kepada Palestina bernila total US$500 juta yang juga meliputi penghentian bantuan dana bagi badan PBB untuk pengungsi Palestina. 

Meski demikian, AS masih memberlakukan bantuan terkait keamanan dan telah mencairkan dana sebesar US$61 juta tahun ini. []

Sumber: CNN Indonesia

Baca juga: