LHOKSUKON – Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD-APDESI) Provinsi Aceh memberikan dukungan penuh atas langkah yang diambil Kapolres Aceh Utara terkait penertiban sejumlah waria pemilik dan pekerja salon, Sabtu, 27 Januari 2018 lalu. Menurut mereka, apa yang dilakukan AKBP Untung Sangaji tersebut untuk menegakkan Syariat Islam di bumi Aceh yang dijuluki Serambi Mekkah.

Pernyataan sikap dan dukungan itu melibatkan perwakilan geuchik dari 15 kecamatan yang tergabung dalam Asosiasi Geuchik Aceh Utara (Asgara). Di antaranya, Forum Geuchik Kecamatan Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Paya Bakong, Tanah Jambo Aye dan lainnya. Kedatangan para geuchik yang rata-rata memakai seragam dinas itu disambut langsung Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata atau Untung Sangaji di Aula Tribrata Mapolres setempat.

“Kami siap berjuang bersama bapak (Untung Sangaji). Jangankan ke Banda Aceh, jika bapak izinkan, kami siap memperjuangkan penegakan Syariat Islam ini. Kami siap ke Jakarta menggelar aksi untuk mendukung bapak, jika memang diperlukan,” ujar perwakilan dari Forum Geuchik Kecamatan Paya Bakong kepada Untung Sangaji di hadapan ratusan geuchik yang hadir.

Sementara itu, Ketua Asgara, Muksalmina menyebutkan, besok, usai salat Jumat di Masjid Baiturrahman Banda Aceh, ratusan ormas Islam, pemuda, ulama, para pimpinan dayah akan berkumpul untuk menggelar aksi dukungan untuk Untung Sangaji.

“Kita tidak akan tinggal diam jika apa yang sudah dilakukan Kapolres Aceh Utara malah dipermasalahkan. Kami mendukung pemberantasan LGBT di bumi Aceh. Ini negeri Syariat Islam, Serambi Mekkah. Jika yang dilakukan kapolres berdampak pada hukum, maka besok ke depannya tidak akan ada lagi yang berani menegakkan qanun yang ada di Aceh,” kata Muksalmina.

Pernyataan itu mendapat sambutan dan teriakan dari para geuchik yang hadir. “Hidup Untung Sangaji, Hidup Islam, Allahu Akbar”. []