Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaNewsAtasi Keluhan Pelanggan,...

Atasi Keluhan Pelanggan, BP-SPAM Aceh Bentuk Tim Khusus

BANDA ACEH – Mengatasi keluhan pelanggan terhadap PDAM di Aceh, Badan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BP-SPAM) menurunkan tim khusus ke lapangan untuk membenahi dan meningkatkan mutu kerja dan layanan PDAM. BP-SPAM memiliki aspek penting dalam mewujudkan pengelolaan PDAM yang profesional, efektif dan efisien.

“Kita sudah membuat enam tim yang sudah memiliki wilayah kerja masing-masing guna meningkatkan kinerja. Di samping itu, untuk pendukung tim ini di lapangan, kita juga membentuk tim manajemen yang terkait dengan strategi manajemen tim itu sendiri dan saat ini tim tersebut sedang mengikuti pembekalan yang sudah berlangsung satu minggu lebih,” kata Kepala BP-SPAM Regional Aceh, Azhari Ali, kepada portalsatu.com di ruang kerjanya, Rabu, 13 Januari 2016.

Adapun bidang yang telah dibentukkan tersebut bertugas melaksanakan planning, program peningkatan, meningkatkan kinerja operasional, meningkatkan esensi pengelolaan dan beberapa bagian lainnya.

“Nanti di lapangan ada ketua tim, tim yang bekerja dan tim koordinator. Misal mereka datang ke Aceh Tengah, mereka akan membenahi di sana kemudian apabila ada yang kurang paham tentang kondisi di lapangan langsung koordinasi dengan tim terkait,” katanya.

Penempatan orang pada tim tersebut, kata dia, tentunya memiliki background pada bidang yang ditetapkan. Tergantung spesialisasinya supaya ketika turun ke lapangan ada koordinator yang mem-back up tim yang bekerja tersebut.

Lebih lanjut, kata Azhari, jika ada masalah bakal dibahas terlebih dahulu, efesiensi dan diproduktifkan. Namun jika struktur tarifnya tetap rugi meskipun sudah melewati pertimbangan, mau tidak mau harus diambil langkah akhir.

“Jika sudah dievaluasi semua dengan struktur tarif dan tetap rugi dan tidak layak lagi maka kita akan koordinasi dengan pemilik. Misal bupati atau wali kota untuk kita lakukan penyesuaian struktur tarif. Ini langkah terakhir yang kami ambil,” katanya.

Azhari mengatakan, saat ini tim belum sepenuhnya terdapat di 23 kabupaten kota. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan orang. Tim yang sudah terbentuk dan akan berjalan hanya pada enam lokasi yang menjadi fokus tahun 2016, yaitu Aceh Tengah, Aceh Selatan, Pidie, Sabang, Langsa dan Aceh Timur.

“Tim tersebut mendukung supaya program ini sukses dan masing-masing tim punya referensi tugas dengan ketentuan dan kriteria yang harus dijalankan. Karena tugas kita adalah mengarahkan PDAM bekerja sesuai dengan yang disepakati,” katanya.

Untuk diketahui, BP-SPAM telah membuat 19 kajian produk, 13 produk pada 2014 dan enam produk pada 2015. Kajian pada 2014 di antaranya Sistem Pelayanan PDAM, Sistem Manajemen Mutu PDAM, Penyusunan JOB Description Blud SPAM, Standard Operating Prosedur (SOP) Produksi PDAM, Good Corporate Governance (GCG) PDAM dan Panduan Implementasi Sistem Informasi Manajemen PDAM.

Selain itu, pada 2015 melahirkan produk Penyusunan Manual Book Pengendalian Tingkat Kehilangan Air PDAM, Penyusunan Manual Book Identifikasi Tingkat Kepuasan Pelanggan PDAM, Pekerjaan Kajian Bencana Penggunaan Reservoir Distribusi Air Bersih PDAM Tirta Daroy Banda Aceh, Kajian Penentuan Lokasi Pra Sedimen Air Baku PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh, Kajian Penggunaan Lokasi DMA PDAM Tirta Daroy dan Code of Conduct (Panduan) PDAM.

“Dengan adanya produk kajian tersebut di atas maka strategi peningkatan kinerja yang akan kita benah kita ketahui. Karena sudah tahu apa permasalahannya dan kita benahi. Kalau tidak kita kaji terlebih dahulu apa yang akan kita benah. Dengan begitu, tidak perlu adanya instruksi yang berulang karena telah adanya produk-produk kajian tersebut,” ujar Azhari.[] (ihn)

Baca juga: