Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaAudit Investigasi Kasus...

Audit Investigasi Kasus Pengadaan Ternak Rp14 Miliar Selesai, Ini Kata Polisi

LHOKSEUMAWE – Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh dilaporkan telah menyelesaikan audit investigasi kasus pengadaan ternak lembu senilai Rp14 miliar bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014. Penyidik Tipikor Polres Lhokseumawe sedang menunggu keterangan tertulis dari BPKP tentang hasil audit investigasi tersebut.

Hal itu dibenarkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman dihubungi portalsatu.com melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Budi Nasuha Waruwu, Selasa, 30 Mei 2017, siang. Budi menyebutkan, tim BPKP telah melakukan semua tahapan berkaitan audit investigasi terhadap kasus tersebut. “Sekarang kita sedang menunggu hasil audit investigasi dari BPKP Perwakilan Aceh secara tertulis,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian meminta BPKP Perwakilan Aceh segera menyerahkan hasil audit investigasi kepada penyidik Tipikor Polres Lhokseumawe. “Karena ini menyangkut cepat atau lambannya kinerja penyidik dalam penanganan kasus korupsi. Artinya, semakin cepat diserahkan hasil audit investigasi oleh BPKP kepada penyidik, itu lebih baik,” kata Alfian melalui telepon seluler.

“Kita berharap BPKP tidak memperlampat proses ini (penyerahan hasil audit investigasi kepada penyidik), karena hal itu bisa mengundang kecurigaan publik. Sebab publik sudah mengetahui bahwa dari cukup banyak ternak yang pengadaannya menggunakan dana sangat besar itu, ada yang fiktif,” ujar Alfian.

Alfian juga berharap penyidik Tipikor Polres Lhokseumawe tidak sekadar menunggu hasil audit investigasi dari BPKP. “Kita tahu bahwa audit investigasi itu dilakukan BPKP atas permintaan penyidik. Jadi, penyidik seharusnya segera meminta hasil audit investigasi itu kepada BPKP, jangan hanya menunggu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, tim BPKP melakukan audit investigasi kasus pengadaan ternak lembu itu sejak awal Maret 2017. Menurut sumber portalsatu.com, jumlah penerima bantuan ternak dari dana Rp14 miliar itu lebih 400 kelompok tersebar di empat kecamatan se-Kota Lhokseumawe. (Baca: Kasus Pengadaan Ternak Rp14 M Mulai Audit Investigasi?)

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe Rizal mengatakan, realisasi pengadaan ternak sumber dana APBK 2014 sudah sesuai ketentuan. Rizal mengatakan itu ketika diwawancara portalsatu.com terkait kasus pengadaan ternak senilai Rp14 miliar yang tengah diselidiki tim Unit Tipikor Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe.

“Itu kan akibat fitnah. Akibat fitnah, ya, dia proses begini,” ujar Rizal menjawab portalsatu.com di gedung DPRK Lhokseumawe, 28 Oktober 2016.

Ditanya apakah pengadaan ternak tersebut dari dana aspirasi anggota dewan yang dialokasikan dalam APBK, Rizal mengatakan, “Nggak, itu bantuan sosial semua”. (Baca: Ini Kata Kepala DKPP Soal Pengadaan Ternak 2014).[](idg)

Lihat pula: MaTA Minta Tipikor Usut Tuntas Kasus Pengadaan Ternak Rp14 Miliar

Baca juga: