SUBULUSSALAM – Dinas Perindustrian, Peradangan Koperasi dan UKM Kota Subulussalam terus melakukan sosialisasi kepada pedagang di pasar harian Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Sosialisasi tersebut dilakukan terkait relokasi pasar harian, di mana lapak pedagang yang selama ini menggunakan badan jalan aspal pintu masuk menuju pajak ikan. Mereka nantinya dipindahkan ke belakang menempati bangunan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang masih berada di kompleks pasar harian tersebut.

Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E, bersama Plt Kepala Disperindagkop dan UKM, Wardiansyah, S.T, dan Kepala Satpol PP dan WH, Saiban Gafar serta Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Abdul Rahman dan Camat Simpang Kiri, Rahmayani Sari Munthe turun langsung ke lapangan menjumpai pedagang pasar menyampaikan terkait rencana relokasi pasar harian.

“Nanti ibu-ibu bisa berjualan di belakang di sana sudah ada bangunan bisa ditempati. Ini badan jalan, tidak boleh dipakai untuk berjualan, akses lalu lintas terganggu,” kata Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang saat menyampaikan rencana relokasi pedagang pasar yang selama ini berjualan di atas badan jalan.

Pantauan portalsatu.com/ di lapangan akses menuju pajak ikan di pasar harian terlihat sempit disebabkan badan jalan dipakai untuk berjualan sayur mayur. Lebar aspal badan jalan diperkirakan sekitar delapan meter, namun hanya sekitar dua atau tiga meter yang bisa dilalui saat menuju ke pajak ikan.

Kedatangan Wali Kota Affan Alfian Bintang bersama Plt Kepala Disperindagkop dan UKM, Wardiansyah ke pasar harian, sekaligus mengecek fasilitas pasar untuk segera diperbaiki seperti penimbunan jalan di lokasi bangunan KOTAKU dan perbaikan perluasan jembatan, pintu masuk samping akbid lama.

“Keluhan selama ini mereka tidak mau pindah ke sana karena jalan becek saat musim hujan dan jembatan belum bagus dan sempit. Itu akan segera diperbaiki. Tadi pak wali, sudah bilang, tahun ini fasilitas pasar harian diperbaiki agar tidak digenangi air, jembatan dibangun,” kata Wardiansyah.

Sebelum relokasi, kata Wardiansyah, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada pedagang, termasuk mengundang beberapa perwakilan pedagang mengikuti rapat di kantor Disperindagkop dan UKM Kota Subulussalam beberapa pekan lalu.

Selain mengundang perwakilan pedagang ke kantor, pihaknya juga mengundang dinas terkait membahas rencana relokasi pasar. Selain itu,  Wali Kota Affan Alfian Bintang juga turun ke pasar bertemu dengan pedagang, berdialog dan berdiskusi serta mendengarkan keluhan serta masukan dari pedagang sebelum relokasi dilaksanakan.

“Harapan pedagang, pertama meminta fasilitas di kompleks bangunan KOTAKU diperbaiki. Disahuti pak wali, segera diperbaiki termasuk jembatan. Kedua, kalau pindah ke sana. Semua harus pindah jangan ada lagi sebagian masih berjualan di tempat lama,” kata Wardiansyah.

Ia menyebutkan ada sekitar 53 sampai 56 pedagang di pasar harian berjualan di atas badan jalan aspal. Umumnya mereka sudah bersedia pindah ke belakang menempati bangunan KOTAKU.

“Ada beberapa pedagang yang belum mau, tapi nanti akan coba kita sosialisasikan lagi. Relokasi ini bertujuan untuk penertiban pasar supaya lebih indah dan tertib akses keluar masuk jalan bisa jalan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang datang berbelanja ke pasar,” ungkap Wardiansyah.[]