ACEH UTARA – PT Pema Global Energi (PGE) mengeluarkan surat kepada pedagang atau pemilik bangunan/lapak jualan di depan Cluster Ill ROW PGE, di Gampong Rangkaya, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. Surat tertanggal 29 Juli 2024 itu, perihal: Pemberitahuan pemindahan/pembongkaran bangunan atau lapak jualan ke Pasar Relokasi di Sp. A1, tepatnya di jalan menuju Landing, tidak jauh dari Cluster III.
Surat tersebut berisi empat poin. Pertama, PT PGE memberitahukan bahwa pembangunan tempat usaha di atas lahan ROW milik PGE (lahan negara) dilarang sesuai peraturan berlaku. Kedua, PGE telah menyampaikan pemberitahuan larangan membangun/berjualan di atas ROW sepanjang intercluster sejak tahun 2022 melalui signboard, surat pemberitahuan peringatan dan sosialisasi ke masing-masing kecamatan di ring-1 PGE pada Oktober 2023, dan rapat koordinasi dengan Forkopimda Aceh Utara pada 23 November 2023, serta rapat sosialisasi relokasi dengan perwakilan pedagang depan Cluster Ill pada 29 Mei 2024.
Ketiga, PGE bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Koperasi Aceh Utara telah menyiapkan lahan baru untuk digunakan sebagai lokasi pasar baru.
“Melalui surat ini, para pedagang sudah dapat mempersiapkan diri untuk segera pindah ke lokasi baru dalam waktu tiga hari sejak pemberitahuan ini. Bila tidak dilakukan (pemindahan lapak jualan, red) maka pembongkaran akan dilakukan oleh pihak PGE dan PGE tidak bertanggung jawab atas barang-barang yang tersebut,” bunyi poin terakhir surat itu.
External Relation Manager PT PGE, Bustami Syarbini, dikonfirmasi portalsatu.com/, Jumat, 2 Agustus 2024, membenarkan perusahaan sudah mengeluarkan surat
pemberitahuan tersebut kepada para pedagang di depan Cluster Ill.
“Alasan utama pemindahan adalah untuk keselamatan bersama. Karena di atas jalur pipa gas dan kabel listrik bawah tanah, itu tidak boleh ada bangunan dan aktivitas. Jika tiba-tiba ada kebocoran dan lain sebagainya, maka masyarakat yang akan menjadi korban,” ungkap Bustami.
Soal batas waktu sesuai isi surat itu sudah berakhir, Bustami mengatakan pihaknya masih melakukan negosiasi dengan pedagang. “Dari sisi PGE biar mereka memindahkan sendiri barang-barang agar tidak ada kerusakan bangunan dan dagangannya supaya bisa digunakan kembali,” ucapnya.[]




