TAPAKTUAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pembauran Kebangsaan yang diikuti mahasiswa di Kabupaten Aceh Selatan, Kamis, 19 September 2019.
Tema FGD tersebut “Melalui Pembauran Kebangsaan, Kita Tingkatkan Peran serta Generasi Muda dalam Menciptakan Kondisi yang Kondusif, Aman dan Nyaman”. Peserta FGD itu 20 mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Aceh Selatan.
Dra. Ainol Marliah mewakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh dalam sambutannya, menyatakan “kondisi bangsa kita saat ini dari berbagai aspek sungguh memprihatinkan. Perlu pemikiran jernih dan kebersamaan seluruh pemangku kebijakan untuk terus menjaga stabilitas hubungan sosial, baik itu suku, agama, ras maupun golongan lainnya”.
“Jangan sampai kita terkotak-kotak oleh perbedaan yang kita miliki. Namun jadikanlah perbedaan kita sebagai suatu khasanah yang menghadirkan keragaman. Tiada bangsa di dunia ini yang terdiri dari begitu banyak suku, agama, ras, maupun golongan lainnya,” ujarnya.
Ainol Marliah mengatakan, mahasiswa merupakan penerus masa depan bangsa, sehingga perlu dilibatkan dalam proses pengambilan kebijakan. “Selain itu, salah satu motto Bapak Presiden kita saat ini Bapak Jokowidodo, adalah “SDM Unggul Indonesia Maju”. Inilah salah satu kegiatan yang kita lakukan agar motto tersebut tidak hanya jadi selogan belaka”.
“Kita ingin generasi penerus benar-benar siap menerima amanah dari para pendahulu kita dengan terus menjaga stabilitas, keamanan dan kenyamanan. Dan yang paling penting adalah persatuan dan kesatuan bangsa agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Badan Kesbangpol Aceh mengajak para mahasiswa agar menjadi agen perubahan dilingkungannya masing-masing. “Kita telah mengalami konflik lebih dari tiga puluh tahun, mari kita belajar bahwa konflik tidak pernah membawa manfaat,” harap Ainol Marliah.
Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Aceh Selatan, H. Darmawan, S.E., dalam sambutannya mengimbau para mahasiswa sebagai generasi penerus memanfaatkan waktu yang singkat ini agar mencurahkan pemikiran-pemikiran untuk inovasi dalam pengambilan kebijakan pemerintah.
Darmawan mengharapkan FGD Pembauran Kebangsaan ini dapat dimaknai sebagai sarana mencurahkan uneg-uneg kepada Pemerintah untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan.
Adapun materi dan pemateri FGD Pembauran Kebangsaan dengan mahasiswa di Kabupaten Aceh Selatan adalah “Peran Serta Mahasiswa dalam Pembauran Kebangsaan” oleh Dr. Azhar, M.Pd., dan Sekretaris FPK Aceh, “Pembauran Kebangsaan dan Masa Depan Bangsa” disampaikan Muhibuddin, M.Ag , Anggota FPK Aceh.[](adv)




