TAPAKTUAN – Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan menyalurkan bantuan pendidikan untuk 3.884 siswa fakir miskin mulai TK, SD, SMP dan SMA sederajat serta sebanyak 1.941 anak yatim dan yatim piatu se-Aceh Selatan dengan total anggaran senilai Rp 1,162 miliar lebih.
Bantuan yang anggarannya murni bersumber dari zakat infaq dan shadaqah (ZIS) tahun 2016 tersebut telah disalurkan secara bertahap sejak bulan Januari 2017 lalu. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara langsung ke masing-masing anak yatim dan yatim piatu serta siswa fakir miskin yang tersebar di 18 kecamatan, kata Kepala Baitul Mal Aceh Selatan, Tgk Ahmad Ibrahim, Rabu, 22 Februari 2017.
Dia menyebutkan, total anggaran yang dialokasikan terhadap sebanyak 1.941 orang anak yatim dan yatim piatu yang tersebar di 18 kecamatan tersebut mencapai Rp 388.200.000 dengan perincian masing-masing anak yatim dan yatim piatu menerima santunan sebesar Rp 200.000/tahun.
Sedangkan jumlah keseluruhan anggaran yang dialokasikan untuk sebanyak 3.884 orang siswa fakir miskin seluruh Aceh Selatan mencapai Rp 774.525.000 dengan perincian siswa TK sebanyak 452 orang dengan besaran santunan yang diberikan Rp 100.000/siswa tahun. SD sederajat sebanyak 2.237 orang dengan besaran santunan sebesar Rp 200.000/siswa/tahun.
SMP sederajat sebanyak 673 orang dengan besaran santunan yang disalurkan sebesar Rp 225.000/siswa/tahun. Dan Siswa SMA sederajat sebanyak 522 orang dengan besaran santunan yang disalurkan sebanyak Rp 250.000/siswa/tahun.
Selain itu, pada tahun 2017 ini Baitul Mal Aceh Selatan juga akan menyalurkan bantuan terhadap sebanyak 200 orang fakir uzur (orang yang sudah lanjut usia) dengan besaran santunan yang disalurkan sebesar Rp 200.000/penerima/tahun.
Santunan yang kami salurkan pada tahun 2017 ini merupakan anggaran tahun 2016 lalu. Jumlah penerima santunan pada tahun 2016 mengalami penambahan sebanyak 75 orang dari tahun 2015 lalu yang hanya sebanyak 125 orang. Namun untuk besaran biayanya masih tetap Rp 200.000/tahun. Terhadap penambahan 75 orang lagi tersebut dalam waktu dekat ini akan kami lakukan verifikasi dan validasi data ulang, ujar Tgk Ahmad Ibrahim.
Menurutnya, langkah itu dilakukan pihaknya untuk memastikan bahwa seluruh penerima bantuan dari Baitul Mal tersebut benar-benar tepat sasaran. Sebab meskipun seluruh data tersebut baik fakir uzur maupun anak yatim dan yatim piatu maupun siswa fakir miskin, langsung di usulkan oleh masing-masing kepala desa bersama pihak sekolah, namun untuk memastikan kebenaran dari data itu pihaknya tetap melakukan penelitian dan verifikasi ulang.
Kami tidak menerima data mentah dari kepala desa dan pihak sekolah. Melainkan seluruh usulan yang masuk tersebut terlebih dulu kami verifikasi ulang, baru kami salurkan bantuannya, sehingga penerima manfaat benar-benar tepat sasaran, kata Tgk Ahmad Ibrahim.[]



