Banda Aceh – Sebanyak 1.567 batang pohon ditanam di berbagai titik Kota Banda Aceh sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 yang dipusatkan di kota tersebut, Sabtu, (25/4).
Kegiatan penghijauan ini berlangsung di Jalan Teuku Nyak Arief, kawasan Lamnyong, hingga Tugu Pena di Kecamatan Syiah Kuala. Sementara itu, 440 batang pohon lainnya juga ditanam di Gampong Lampulo dan kawasan Kilometer Nol Kota Banda Aceh.
Berbagai jenis pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, di antaranya mangga, tabebuya, ketapang, jeumpa, hingga cemara laut yang memiliki fungsi ekologis untuk memperkuat ketahanan lingkungan pesisir dan perkotaan.
Penanaman pohon dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.
Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah mempercayakan Banda Aceh sebagai tuan rumah pelaksanaan HKB 2026.
“Ini bentuk upaya kita yang nyata dalam mencegah bencana. Karena mitigasi vegetasi ini memang terlihat sederhana, tapi berdampak sangat besar,” ujar Illiza.
Ia menjelaskan bahwa Banda Aceh telah mengembangkan konsep gampong pro iklim dengan melibatkan masyarakat, termasuk perempuan, dalam berbagai aktivitas ketangguhan bencana seperti penanaman pohon dan pengelolaan sampah.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bersama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko bencana.
“Vegetasi hari ini bukan sekadar penghijauan, tetapi benteng alami kota yang menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi risiko bencana, serta menjadi warisan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, menyampaikan pesan agar seluruh pohon yang ditanam dapat dirawat dan dipastikan tumbuh dengan baik.
Ia juga memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mendukung program penghijauan dan pengurangan risiko bencana berbasis lingkungan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam berinovasi mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya. [adv]





