SUBULUSSALAM – Bangunan Pasar Modern di Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam terancam tidak selesai tepat waktu. Sebab, kemajuan fisik saat ini hanya selesai 20 persen, sementara proyek yang menelan anggaran Rp16 miliar lebih itu harus rampung dikerjakan paling telat 20 November 2016 sesuai kontrak kerja.

“Kami pesimis melihat kemajuan fisik pasar, karena baru selesai hanya 20 persen, sepertinya tidak akan selesai sesuai batas waktu ditentukan,” kata Ketua Komisi B DPR Kota Subulussalam, H. Luthan kepada portalsatu.com, Selasa, 6 September 2016.

Luthan bersama sejumlah anggota DPRK dari Komisi A dan B meninjau langsung untuk melihat serapan anggaran terhadap kemajuan pembangunan pasar modern. Kegiatan ini bagian dari agenda pansus di bawah koordinator Hj. Mariani Harahap. 

“Kami tanyakan kepada rekanan, apakah itu siap tepat waktu, mereka bilang akan selesai hingga batas waktu yang diberikan,” kata Luthan.

Ia mengatakan batas pengerjaan proyek tersebut selama 180 hari sejak 25 Mei hingga 20 November atau sekitar enam bulan. Namun realisasi di lapangan kemajuan fisik baru selesai 20 persen dan itu dikerjakan selama empat bulan terakhir. Artinya, pihak rekanan harus mengejar dengan sisa waktu yang ada untuk mencapai 80 persen lagi, hingga bangunan rampung dan segera bisa difungsikan. 

Kepada anggota dewan, pihak rekanan berjanji akan mempercepat progres bangunan dengan cara menambah shif siang dan malam. “Mereka bilang shif ditambah menjadi empat shif, dua siang dan dua malam,” kata Luthan.

Proyek tersebut berada di bawah kendali dan pengawasan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, Koperasi dan UKM Kota Subulussalam.[]

Laporan Sudirman