BLANGKEJEREN — Tim Kaji Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues, Suryadi bersama Kabid Kedaruratan dan Logistik Surya Darma, Kasi Kedaruratan Ismail dan Kasi Rekon, Kamis malam, 12 Desember 2019 sekitar pukul 23:21 WIB yang baru pulang dari Kecamatan Tripe Jaya mengatakan, akibat hujan deras dan meluapnya DAS Tripe Jaya mengakibatkan abrasi atau pengikisan pemukiman desa Pasir Kecamatan Tripe Jaya.
“Ini kami baru pulang dari desa Uyem Beriring dan desa Pasir Kecamatan Tripe Jaya bersama tim. Di desa Uyem Beriring ada 10 rumah warga yang terendam banjir bandang dengan ketinggian sampai lutut orang dewasa,” ungkapnya.
Berdasarkan catatan BPBD Gayo Lues, 29 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi dari rumahnya lantaran banjir bandang menghantam pemukiman warga disertai pengikisan tanah yang berpeluang hanyutnya rumah penduduk, sehingga 29 KK yang tinggal disepanjang DAS Tripe Jaya itu disarankan megungsi ke rumah saudaranya.
Selain itu irigasi yang mengaliri ratusan hektar persawahan warga Tripe Jaya juga rusak parah dan tidak bisa difungsikan lagi lantaran hanyut diseret arus sungai. Akses jalan penghubung dari Gayo Lues menuju Kecamatan Tripe Jaya juga putus total dan tidak bisa dilintasi kendaraan setelah badan jalan tertimbun longsor, warga mengaku khawatir dan meminta agar segera dilakukan perbaikan supaya tidak terkurung dalam waktu yang lama.
“Dari BPBD sudah menurunkan alat berat ke lokasi longsor untuk pembersihan material longsoran, mudah-mudahan segera selesai dan jalan itu kembali bisa dilintasi kendaraan,” ujarnya.
BPBD Gayo Lues menghimbau, warga yang tinggal di pinggiran Das Tripe Jaya agar selalu waspada menghadapi cuaca extrim, sebab, bencana bisa datang tanpa diprediksi yang bisa menimbulkan korban. [Win Porang]


