SINGKIL – Camat Singkil Riki Yodiska mengatakan, kondisi banjir belum surut dari permukiman penduduk di kecamatan itu. Bahkan, banjir diperkirakan semakin meningkat.
Korban banjir hanya bisa bertahan dalam rumah. Mereka mengeluh lantaran tidak bisa memasak nasi akibat dapur rumah terendam air sejak banjir melanda daerah itu kemarin siang. Mereka terpaksa makan mi instan untuk menahan lapar.
“Untuk hari ini kami mohon segera dibuka dapur umum, karena rumah masyarakat terendam air. Akibatnya mereka tidak bisa melakukan proses masak memasak,” kata Riki Yodiska kepada portalsatu.com, Jumat, 6 Januari 2017.
Ia berharap Pemerintah Aceh Singkil melalui dinas terkait supaya bertindak cepat menanggulangi bencana tersebut. Pasalnya, banjir berpotensi semakin membesar dan mengancam keselamatan warga.
“Pemerintah harus cepat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi debit air yang terus masuk ke permukiman warga,” katanya.[]


