TAPAKTUAN – Intensitas curah hujan yang belum merada di wilayah Aceh Selatan mengakibatkan banjir meluas. Banjir akibat meluapnya air sungai ini, tidak hanya merendam puluhan gampong di sejumlah kecamatan, tetapi juga mengisolasi beberapa gampong.
Setelah sebelumnya ratusan masyarakat tiga desa di Kecamatan Trumon Tengah, yaitu Cot Bayu, Padang Harapan dan Lhok Raya terpaksa dievakuasi karena perkampungannya terisolasi akibat dikepung banjir, kali ini giliran masyarakat Gampong Siurai-urai, Kemukiman Menggamat, Kecamatan Kluet Tengah, meminta dievakuasi ke tempat lebih aman karena wilayah perkampungannya sudah terendam banjir setinggi 1-2 meter.
Kami baru saja dihubungi oleh masyarakat Siurai-urai meminta supaya segera dievakuasi dari kampungnya karena kondisi mereka saat ini sudah terisolir dikepung banjir, kata Ketua Satgas SAR Aceh Selatan Mayfendri dihubungi via telepon seluler, Sabtu, 7 Januari 2017.
Mayfendri menyebut pihaknya bersama petugas BPBK, TNI dan Polri telah bergerak ke wilayah Siurai-urai dari Trumon Tengah.
Karena kejadian musibah banjir titiknya terlalu banyak sehingga kami harus membagi anggota. Sebagian terus melanjutkan proses evakuasi warga korban banjir yang juga terisolir di Trumon Tengah dan sebagian lagi telah kami geser ke Menggamat untuk membantu proses evakuasi warga Siurai-urai, ujar Mayfendri.
Menurut perkiraan pihaknya, kata Mayfendri, proses evakuasi warga korban banjir di Gampong Siurai-urai kemungkinan akan mengalami sedikit kendala, karena untuk menuju ke wilayah desa itu harus menyeberangi Sungai (Krueng) Kluet.
Sementara akibat curah hujan masih tinggi telah mengakibatkan aliran sungai itu meluap sehingga menyulitkan pihak petugas melakukan proses evakuasi.
Saat ini sejumlah petugas sudah berada di Desa Siurai-urai. Menurut informasi saya dapat proses evakuasi warga belum bisa dilakukan karena harus menunggu air sungai surut. Rencananya warga setempat akan dievakuasi ke Jambur TK Mengamat menggunakan perahu bermesin robin milik masyarakat yang selama ini sering dioperasikan di Krueng Kluet. Kami terus memantau proses evakuasi tersebut, ucapnya.
Mayfendri menginformasikan, banjir kali ini juga merendam beberapa gampong di Trumon Timur seperti Gampong Kapa Sesak, Titi Poben, Seunebok Pusaka.
Selain itu, banjir merendam badan jalan lintasan nasional di Jembatan Geulumbuk, Keude Rundeng, Kecamatan Kluet Selatan, dengan ketinggian air mencapai 1 meter lebih. Saat ini baru sebatas kendaraan roda dua yang tidak bisa melintas. Namun, jika curah hujan terus tinggi serta ketinggian air terus bertambah maka tidak tertutup kemungkinan kendaraan roda empat juga tidak bisa melintas, ungkapnya.
Sementara itu, Camat Trumon Timur T. Masrizar melaporkan akibat tingginya curah hujan, 6 Januari 2017, puluhan masyarakat di Blok B Afdedling 1 PT ASN, sebuah perusahaan kelapa sawit di Desa Seunebok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur juga terpaksa harus dievakuasi oleh pihaknya bersama petugas BPBK, Satgas SAR, TNI dan Polri menggunakan perahu karet karena tempat tinggal mereka sudah terisolir dikepung banjir.
Ada sekitar 2 perahu karet warga yang kami evakuasi pada Jumat kemarin karena rumah mereka sudah terendam banjir setinggi 2 meter. Sebenarnya di Desa Seunebok Pusaka, masih ada sejumlah warga lainnya yang menempati Afdeling 2 dan 3 PT ASN yang menjadi korban banjir. Namun, karena berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak perusahaan menyatakan warga tersebut tidak perlu dievakuasi melainkan hanya cukup disuplai bahan makanan melalui perahu karet maka proses evakuasi tidak dilakukan, ungkapnya.[]
Laporan Hendrik Meukek





