LHOKSUKON – Sebagian warga terdampak banjir di Aceh Utara mulai membersihkan rumahnya yang berlumpur setelah air surut, Rabu, 9 Desember 2020.
Meskipun air surut sejak kemarin/Selasa, 8 Desember, warga butuh waktu untuk membersihkan dan membenahi kembali rumah mereka.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Amir Hamzah, mengatakan saat ini air mulai surut di sejumlah kecamatan yang terdampak banjir. Namun, beberapa kecamatan kondisinya belum normal setelah terendam banjir. Di antaranya Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Tanah Pasir, Tanah Luas dan Baktiya.
“Sebagian warga sudah kembali ke rumah untuk membersihkan rumahnya karena berlumpur akibat banjir,” ujar Amir, Rabu.

Menurut Amir, sebagian lokasi di Lhoksukon saat ini masih tergenang tapi airnya terus menurun. “Jika dibandingkan kemarin (Selasa), ketinggian air ada yang masih setinggi lutut atau sekitar 40 centimeter dari debit air sebelumnya 1,5 meter di kawasan rawan banjir,” katanya.
Amir menyebut jumlah pengungsi sebelumnya mencapai 19.225 KK atau 61.045 jiwa tersebar di 22 kecamatan terdampak banjir di Aceh Utara. “Pengungsian itu tidak di satu titik, ada sebagian gampong berkumpul di meunasah (surau) maupun mendirikan tenda darurat di pinggiran jalan,” tuturnya.[]



