Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaBerita Aceh UtaraBanjir di Lhoksukon,...

Banjir di Lhoksukon, Mantan Kombatan Desak Pemkab Aceh Utara Perbaiki Tanggul Jebol

LHOKSUKON – Warga Desa Meunasah Jok KM II, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, meminta pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul Krueng (Sungai) Peutoe, yang kerap jebol hingga meluap ke pemukiman masyarakat setempat dan sekitarnya. Luapan air sungai itu terjadi sejak kemarin, Jumat, 31 Desember 2021.

Pantauan portalsatu.com, Sabtu, 1 Januari 2022, jebolnya tanggul Krueng Peutoe di desa tersebut diperkirakan sekitar 25 meter. Menurut warga, dampak jebol tanggul itu air sungai menggenangi pekarangan rumah dengan ketinggian sekitar 70 centi meter.

Mantan Kombatan GAM Daerah III Teungku Chik di Paya Bakong Wilayah Samudera Pase, Sofyan alias Chombet, kepada wartawan mengatakan tanggul Krueng Peutoe di Meunasah Jok itu sudah tiga kali jebol saat debit air sungai tinggi pada musim hujan. Dampaknya, sebagian masyarakat yang rumahnya terendam banjir terpaksa mengungsi ke meunasah (surau) atau rumah saudara mereka yang lantai rumahnya lebih tinggi.

“Kita meminta kepada Pemkab Aceh Utara, anggota DPRK, DPR RI dan DPD RI asal Aceh agar segera mengambil sikap untuk menanggapi persoalan jebolnya tanggul Krueng Peutoe. Meski dalam hal ini bukan kewenangan pihak DPR secara khusus, tetapi kita ingin mereka supaya ada kepedulian kepada masyarakat di Lhoksukon dan sekitarnya, dengan harapan tanggul di sepanjang sungai itu bisa diperbaiki secara permanen pada titik yang rawan jebol. Hanya itu harapan masyarakat agar mereka tidak merasakan dampak banjir saban tahun,” kata Sofyan.

Menurut Sofyan, pihaknya mendesak pemerintah segera memperbaiki tanggul yang rawan jebol dari KM I hingga KM X di Lhoksukon.

“Persoalan tanggul di Kecamatan Lhoksukon harus dibahas secara serius untuk segera dilakukan perbaikan oleh pemerintah. Juga perlu dilakukan normalisasi pada bagian sisi kiri dan kanan Krueng Peutoe. Eksekutif dan legislatif Aceh Utara harus memikirkan persoalan ini, sehingga persoalan banjir segera tertangani dan masyarakat pun bisa beribadah dengan tenang,” ujar Sofyan.

Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Murzani, menyebut beberapa kecamatan di Aceh Utara terendam banjir. Di antaranya, Kecamatan Lhoksukon, Matangkuli, Pirak Timu, Cot Girek, Geureudong Pase, Samudera, Banda Baro, Dewantara, dan Sawang.

“Jumlah gampong (desa) yang terendam banjir masih dilakukan pendataan secara akurat, juga perlu berkoordinasi dengan pihak Muspika dan keuchik gampong,” ujar Murzani.

Menurut Murzani, banjir ini disebabkan luapan air Krueng Peutoe karena tidak adanya tanggul penahan.[]

Baca juga: