SIGLI – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pidie menyebabkan kawasan Padang Tiji di bagian barat daerah penghasil kerupuk mulieng tersebut terendam akibat banjir kiriman. Banjir terparah terjadi di Gampong Cut, Meunasah Siron Paloh, Tumpok Teungoh, dan beberapa desa dalam Kemukiman Paloh Sala.

Keuchik Paloh Tgk Mukhtar Raden (51), Senin, 18 Januari 2021 mengungkapkan, banjir kiriman seperti itu setiap tahun terjadi, air meluap ke pemukiman warga karena saluran air yang kecil dan tersumbat di pinggir jalan.

“Debit air tidak tertampung dalam saluran sehingga meluap ke rumah warga, kami berharap pemerintah bisa memperlebar drainase di pinggir jalan, sehingga kalau ada air dari gunung yang mengalir ke sini tidak lagi meluap,” harapnya.

Mukhtar Raden menambahkan, luapan air terjadi dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Beberapa rumah warga tak lama kemudian terendam, seperti rumah milik Teungku Thaleb (60) di Gampong Cut Paloh, rumahnya tergenang hingga setinggi pinggang orang dewasa.

“Alhamdulillah walaupun rumah kami tergenang, namun tidak ada korban jiwa selain binatang ternak yang tidak sempat kami bawa keluar,” kata Tgk Thaleb.[]

Laporan Faisal Zainal Al Latif dari Padang Tiji.