ACEH UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara menyatakan kondisi terkini banjir di sejumlah kecamatan sudah mulai surut sedikit bila dibandingkan sehari sebelumnya. Meskipun demikian, tim BPBD telah meningkatkan intensitas penjagaan antisipasi untuk kewaspadaan terjadi banjir susulan.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Asnawi, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Mulyadi, kepada wartawan, Senin, 23 Januari 2023, mengatakan berdasarkan update data Pusdalop BPBD Aceh Utara pada 23 Januari 2023, pukul 13.00 WIB, korban terdampak banjir sebanyak 4.234 KK atau 20.175 jiwa. Korban yang mengungsi 649 KK atau 2.311 jiwa. Jumlah ini terdapat di 19 kecamatan yang terdampak banjir.
“Makna terdampak itu yang memang mengalami banjir baik ringan maupun dikategorikan parah seperti di Kecamatan Langkahan. Tadi malam juga dilakukan evakuasi secara bersama-sama personel TNI, Polri, Dinsos, BPBD, dan pihak lainnya terhadap warga bagi rumah yang tidak bisa ditempati lagi, dan langsung dievakuasi ke lokasi yang lebih tinggi baik sarana ibadah meunasah (surau) maupun perbukitan khususnya di Langkahan,” ujar Mulyadi.
Mulyadi menyebut secara keseluruhan wilayah terdampak banjir di Aceh Utara 19 kecamatan. “Makna terdampak artinta tidak harus tergenang atau debit air mencapai 3 meter semua, karena di Langkahan ada ketinggian air mulai 1 hingga 3 meter. Tetapi untuk kecamatan-kecamatan lain tidak terjadi seperti itu, namun ada dampaknya walaupun kecil,” tuturnya.
Mulyadi menambahkan banjir yang merendam Aceh Utara kali ini disebabkan meluapnya tiga sungai, yakni Krueng Keuruto, Krueng Pase, dan Krueng Arakundo. Daerah terparah yakni Kecamatan Pirak Timu, Langkahan, Matangkuli, dan Tanah Luas. Sementara 15 kecamatan lain merupakan dampak aliran dari empat kecamatan tersebut.
BPBD terus melakukan pendataan untuk penyaluran bantuan, sehingga warga yang terdampak banjir dapat dilakukan penanganan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadinya bencana alam seperti banjir, longsor, dan bencana lainnya,” ujar Mulyadi.
Terkait bantuan kepada para korban banjir, kata Mulyadi, sudah disalurkan pihak Dinas Sosial Aceh Utara maupun unsur lainnya. “Tentu semua tertangani dengan baik secara bertahap sembari proses pendataan melalui tim di lapangan,” ucapnya.
“Untuk pengungsian yang terdata dari kita ada empat titik di Kecamatan Langkahan, baik di meunasah-meunasah dan dataran tinggi. Kita tetap melakukan pemantauan di lapangan dengan kondisi seperti ini, dan berkoordinasi dengan lintas sektor. Sedangkan kerusakan infrastruktur masih dalam proses pendataan, nanti akan dimasukkan di bagian rehabilitasi konstruksi,” pungkas Mulyadi.[]




