LHOKSUKON – Puluhan gampong di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timu dan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, dilanda banjir akibat meluapnya Krueng Keuretoe dan Krueng Pirak, Senin, 1 Oktober 2018. Hingga pukul 18.00 WIB, ketinggian air dilaporkan terus naik.
“Sebenarnya banjir sudah masuk ke pemukiman rumah warga sejak kemarin (Minggu) pagi, namun malamnya langsung surut. Dini hari tadi (Senin), sekitar pukul 02.00 WIB, air naik lagi hingga saat ini (pukul 18.00 WIB). Air masih terus naik, ditambah lagi sekarang sedang hujan deras,” ujar M. Nasir, mantan Geuchik Gampong Hagu, Kecamatan Matangkuli dihubungi portalsatu.com/ via telepon seluler.
Menurut Nasir, saat ini sekitar 15 gampong terendam, tapi kondisi terparah terjadi di Gampong Lawang, Alue Thoe dan Hagu. “Saat ini ketinggian air di badan jalan antara 20 centimeter hingga sepaha orang dewasa. Di jalan lintas Rumoh Cut Meutia menuju Alue Thoe, bahkan ketinggian air di atas badan jalan sudah mencapai pinggang, tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor,” ucap Nasir.
Nasir menambahkan, “Sebagian warga Gampong Hagu mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, seperti masjid dan Simpang Hagu. Bagi warga yang rumahnya tinggi, memilih bertahan di rumah. Ketinggian air di rumah warga bervariasi, ada yang di atas 1 meter”.
Sementara itu, Kapolsek Tanah Luas AKP Nurmansyah secara terpisah via telepon seluler menyebutkan, lima gampong di Kecamatan Tanah Luas yang terendam banjir, yaitu Gampong Serba Jaman Baroh, Tanjong Mesjid, Blang, Teupin Mee dan Rayek Kuta.
“Ketinggian air yang merendam rumah warga berkisar antara 30-60 centimeter. Sejauh ini belum ada dapur umum karena warga belum mengungsi. Hingga saat ini hujan masih turun,” ucap Nurmansyah.
Mahyuddin Idris, 27 tahun, warga Gampong Trieng Krueng Kreh mengatakan, sejak dini hari tadi banjir kembali merendam rumah warga di Pirak Timu, setelah sempat sedikit surut. Beberapa gampong terendam, di antaranya Beuracan Rata, Trieng Krueng Kreh dan Asan Krueng Kreh.
“Saat ini ketinggian air terus bertambah, karena kiriman dari Pante Bahagia, Paya Bakong. Itu air dari kawasan pegunungan Bener Meriah, banjir kiriman,” ujar Mahyuddin.[]



