ACEH JAYA – Banjir merendam hampir seluruh desa di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh. Akibatnya, warga terpaksa mengungsi ke gunung, masjid dan beberapa tempat lainnya.
Kabid Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya, Fajar Diharta mengatakan, banjir luapan sungai akibat hujan deras ini rata-rata ketinggiannya berkisar antara 60 hingga 70 sentimeter. Di lintasan yang menghubungkan Banda Aceh dan Meulaboh persisnya di Kecamatan Teunom, genangan air setinggi hingga 1,5 meter.
Menurut Fajar, belum ada data resmi terkait jumlah pengungsi. Pihaknya hingga kini masih mengumpulkan data.
“Hampir seluruh desa warganya mengungsi dan ada titik pengungsian,” kata Fajar saat dihubungi detikcom, Selasa (8/11/2016).
Banjir ini sudah terjadi sejak Senin (7/11/2016) pagi di beberapa kecamatan. Sementara di Kecamatan Teunom dan Pasi Raya air mulai menggenangi rumah warga sejak semalam. Di perkirakan, di dua kecamatan tersebut air terus naik mengingat hujan masih mengguyur.
Petugas BPBK Aceh Jaya dibantu Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Pos SAR Meulaboh, dan Pos SAR Banda Aceh mengevakuasi warga. Menurut Fajar, pihaknya juga meminta bantuan BPBK Aceh Besar. Belum ada laporan adanya korban terkait banjir ini. Namun dipastikan akses jalan di beberapa kawasan terputus.
“Jalan lintas Banda Aceh-Meulaboh masih belum bisa dilewati,” ucap Fajar.
Aceh Barat
Banjir juga merendam 46 desa di Kabupaten Aceh Barat. Ratusan warga mulai mengungsi. Data dirilis Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat, Selasa (8/11/2016), banjir luapan di Aceh Barat rata-rata memiliki ketinggian berkisar 50 hingga 100 sentimeter. Debit air menggenangi rumah warga setelah kawasan tersebut diguyur hujan selama dua hari berturut-turut.
Ada 46 desa dari 9 kecamatan yang terendam banjir yaitu Sungai Mas, Wolya Barat, Pante Cermin, Johan Pahlawan, Woyla, Meurubo, Wolya Timur, Arongan Lambalek, dan Kawai XVI. Ada sekitar 3.558 jiwa yang tinggal di 9 kecamatan tersebut.
Titik-titik pengungsian pun telah ditentukan. Dari data yang diterima, ada sekitar 100 kepala keluarga (KK) dari Desa Kajeng yang mengungsi di Gunung Tungkop di Kecamatan Sungai Mas. Kemudian ada 98 KK dari Desa Napai yang mengungsi di Balai Keselamatan. Selain itu, sebagian besar warga Desa Napai juga mengungsi ke Balai Desa.
Titik pengungsian lainnya yaitu di Balai Keselamatan yang diisi warga Alue Leuhop Kecamatan Woyla Barat sebanyak 56 KK. Kemudian, warga Gunong Rambong Kecamatan Wolyadi juga mengungsi di Desa Lung Buloh.
Sementara itu, tim BPBK Aceh Barat dilaporkan sudah turun ke lokasi untuk mengevakuasi warga.
“Satu jembatan gantung Desa Kanjeng-Tungkop rusak parah,” kata Kepala BPBK Aceh Barat Syaluna Polem.[] detik.com


