ADA tujuh rekomendasi dari Dialog Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat pada acara Halal Bihalal dan Forum Silaturahmi Aceh Meusapat di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh, di Jakarta, 30 Juni lalu.
Menariknya, saat merespons rekomendasi tersebut, Plt. Gubermur Aceh berjanji melakukan reformasi Bank Aceh dalam tujuh hari ke depan. Artinya, beliau harus menyelesaikan janji itu dalam minggu ini. Mungkin saja ini telah dipersiapkan. Kita tunggu saja, benarkah itu terjadi?
Namun, sebagai pemimpin beliau tentu tidak main-main. Ibarat tamsilan “Su ka keulua ta peuguda han meuteume le“. Tak ada yang dipegang dari seorang pemimpin selain statement-nya. Maka kita tunggu saja sampai senin depan.
Soal reformasi Bank Aceh, jika ditamsil dengan kedaruratan, maka sudah di titik sangat darurat. Saat ini di pasar-pasar para rentenir masif bergentayangan. Mengapa mereka laku? Sebab pedagang kecil butuh. Pedagang kecil tidak mengerti administrasi bank. Susah mengakses perbankan bila mengikuti format umum.
Mengapa Bank Aceh perlu direformasi, direvitalisasi dan distrukturisasi? Agar bank milik orang Aceh ini menjadi lebih berguna. Menjadi alat bagi kaum papa di Aceh untuk bisa keluar dari kemiskinan. Agar rentenir tidak tumbuh subur.
Selama ini Bank Aceh terkesan hanya memburu rente saja. Tidak punya visi membantu memperbaiki dan menguatkan ekonomi Aceh. Mereka nyaman di ketiak pemerintah. Tabungan pemerintah dan PNS mereka bungakan lagi buat konsumtif. Seperti kredit PNS dan rekanan pemerintah. Nyaris tanpa risiko.
Seharusnya sebagai bagian dari pemerintah, mereka harus turut mengentaskan kemiskinan. Jadi, di samping misi mencari keuntungan, juga menjadi problem solver ekonomi Aceh.
Caranya, tidak lain dan tidak bukan, rombak direksi. Pemerintah Aceh selaku pemegang saham mayoritas jangan asal comot. Direksi orang dalam Bank Aceh tidak wajib. Cari bankir yang visioner. Mampu berinovasi dan kreatif. Selama ini direksi Bank Aceh seperti sopir bus saja. Tugas membawa penumpang dan selamat sampai tujuan. Dapat gaji dan dapat menyetor ke toke.
Jadi, kita tunggu langkah konkret Plt. Gubernur membuktikan ucapannya. Kita akan lihat bukti reformasi itu. Bank Aceh akan menyaingi Bank Jabar Banten atau bank daerah lain. Dan kita akan mengukir dengan prasasti batu bahwa Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah adalah “pahlawan reformasi Bank Aceh”. Semoga![]
*Penulis adalah jurnalis portalsatu.com/. Opini ini pandangan pribadi penulis.




