LHOKSUKON – Wali murid penerima bantuan siswa miskin (BSM) di SD Negeri Negeri 16 Gampong Biara Timu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara menggelar aksi protes guna mempertanyakan perihal dana yang belum dicairkan pihak sekolah. Padahal, sepengetahuan mereka dana itu telah dikucurkan pemerintah sejak Februari 2016 lalu.
“Hari ini pembagian rapor siswa. Kami datang sekaligus mempertanyakan perihal BSM yang belum dicairkan. Di sekolah lain sudah lama dana itu dicairkan. Kami kesal karena tidak ada koordinasi dari pihak sekolah terkait keterlambatan pencairan dana itu,” kata Muhammad Ramzi, 49 tahun, salah satu wali murid penerima BSM.
Ia menyebutkan, lebih dari 100 siswa di sekolah ini tercatat sebagai penerima BSM. Ada yang menerima Rp450ribu dan ada pula Rp225ribu/siswa.
“Kemungkinan besar BSM itu telah dipergunakan untuk keperluan lain, makanya tak kunjung dicairkan. Kami minta pihak berwajib dapat mencari tahu mengapa dana BSM itu terlambat dibagikan,” ujar dia didampingi wali murid lainnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 16 Biara Barat, Yusri secara terpisah mengatakan, hari ini pembagian rapor, jadi murid datang bersama orang tua atau walinya.
“Tidak ada unjuk rasa, cuma informasinya saja yang sedikit berlebih. Tadi pihak kepolisian juga datang kemari. Terkait BSM tersebut, jauh-jauh hari sudah saya kabari bahwa beasiswa kali ini sedikit telat disalurkan. Hal itu sudah dikatakan juga kepada komite, desa hingga tuha peut. Tapi tadi sudah dibagikan dan tidak ada masalah lagi,” pungkasnya.[]


