LHOKSEUMAWE – Ketua Persatuan Istri Prajurit Kartika Candra Kirana (Persit KCK) Cabang XX Kodim 0103 Ibu Eka Fadjar Wahyudi Broto mengingatkan istri prajurit TNI harus selalui mewaspadai ancaman narkoba bagi keluarga maupun terhadap lingkungan sekitar, karena saat ini sudah banyak keluarga TNI yang terjerat pusaran narkotika dan sangat meresahkan.
Hal itu disampaikan Ibu Dandim dalam pertemuan dengan istri TNI di Aula Sapta Marga Markas Kodim Aceh Utara di Lhokseumawe, Selasa 18 Juli 2017. Katanya, keluarga dan lingkungan adalah objek harus benar-benar dilingdungi dari bahaya narkoba. Peran istri atau ibu bagi anak-anak dalam rumah tangga sangatlah penting.
“Sudah banyak anggota TNI, Persit dan keluarga yang terjerumus dalam lingkaran peredaran narkoba, baik sebagai pengguna,pemakai maupun pengedar. Mulai saat ini awasi putra-putri dan keluarga, beri pemahaman bahaya narkoba sejak anak-anak usia dini. Jangan sampai generasi kita terjerat narkoba, terang Ibu Eka Fadjar Wahyudi Broto.
Narkoba, lanjutnya bukan sekedar merusak generasi tetapi juga menjadi penyakit yang melemahkan nurani anak bangsa. Ketika sudah di bawah pengaruh narkoba, pemikiran generasi diberangus dan dilumpuhkan serta tidak lagi mampu berprestasi dan berbakti bagi bangsa.
Ibu Dandim juga mengatakan sebagai istri prajurit harus pandai- pandai mendidik anak dan menjaga keharmonisan keluarga. jika pendidikan anak baik tentu anak akan memiliki watak dan aklak yang baik pula. Istri TNI juga dituntut menjaga keharmonisan keluarga agar suami tenang dalam bertugas.
“Persit harus dapat menjaga suami, mulai dari cara berpakaiannya, cara bicaranya atau perilakunya di kantor. Suami juga harus sering dinasehati dan diingatkan tentang bahaya narkoba bagi keluarga, harapannya para suami akan terhindar dari pengaruh narkoba, pungkasnya.
Istri TNI Harus Hemat
Pada kesempatan sama, Komandan Kodim Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto meminta Ibu Persit untuk mendukung tugas suami dan selalu menjaga keharmonisan rumah tangga. isteri Prajurit juga harus dapat mengatur perekonomian dan keuangan keluarga dengan baik, dengan membiasakan cara hidup hemat serta sederhana.
Katanya, Persit memiliki peran penting dan strategis dalam kehidupan keluarga prajurit TNI, karena selain harus mendukung suami juga dituntut untuk senantiasa memberikan dorongan dan semangat bagi suami di dalam menjalankan tugasnya sebagai Bhayangkari Negara.
“Sebagai istri prajurit TNI harus selalu siap mendampingi suami dimanapun suami ditugaskan dan harus siap ditinggal apabila suami harus bertugas di daerah operasi. Kemudian dituntut cerdas mengatur keuangan, harus hemat dalam pengeluaran,” katanya.[]




