BLANGKEJEREN – Banyak warga Kabupaten Gayo Lues disebut tidak lagi mempercayai adanya wabah Covid-19. Bahkan, ada warga yang memberi komentar melalui media sosial bahwa wabah itu dinilai hanya mempersempit ruang gerak masyarakat hingga penanganannya untuk menghabiskan uang negara.
Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, usai melepas Tim Gebrak Masker Serentak Aceh di depan Balai Musara Blangkejeren, Kamis, 3 September 2020, membenarkan adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap wabah Covid-19. Menurut Amru, jika dipersentasikan di seluruh Aceh, yang percaya adanya Covid-19 hanya sekitar 20 persen.
“Hasil survei belum ada secara khusus. Yang ada survei secara menyeluruh di Provinsi Aceh hanya 20 persen masyarakat kita yang yakin (Covid-19), itu yang saya baca. Dan untuk Gayo Lues bisa lebih dari 80 persen yang tidak yakin terhadap Covid-19,” kata Bupati Amru ketika dikonfirmasi ulang wartawan terkait pernyataannya saat menyampaikan sambutan pada acara tersebut.

(Seluruh instansi dan tamu undangan menghadiri pelepasan Tim Gebrak Masker Serentak Seluruh Aceh di Gayo Lues. Foto: Win Porang)
Menurut Amru, sekitar 80 persen masyarakat yang dinilai tidak percaya terhadap Covid-19 bisa dilihat dari tatanan kehidupan sehari-hari. “Ini mungkin karena belum ada yang terpapar lalu dirawat secara intensif di Rumah Sakit Muhammad Ali Kasim (Gayo Lues).
“Yang ada terpapar Covid-19 saat ini hanya karena OTG (orang tanpa gejala dan memiliki risiko telah tertular dari orang terkonfirmasi Covid-19),” kata Amru didampinggi Dandim, Kajari, dan undangan lainya yang sudah membubarkan barisan usai acara itu.
Bupati Amru mengatakan, salah satu solusi yang diambil Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk meyakinan masyarakat bahwa Covid-19 itu benar adanya adalah dengan diadakannya Gebrak Masker Serentak Seluruh Aceh.
“Kemudian kita lakukan sosialisasi bahwa Covid-19 itu bukan rekayasa, ratusan dokter sudah meninggal, ribuan jiwa bahkan jutaan untuk dunia telah meninggal karena Covid. Kita harus yakinkan, supaya masyarakat bisa patuh terhadap anjuran pemerintah terhadap protokol kesehatan,” ujar Amru.
Pada acara pelepasan Tim Gebrak Masker Seluruh Aceh, Mawardi selaku Kadis Pengairan Aceh mengaku datang dari Banda Aceh bersama Jamaluddin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, serta rombongan, ditugaskan Pemerintah Aceh ke Gayo Lues untuk menyerahkan secara simbolis spanduk, stiker, dan masker.
“Selama masa pademi ini, masker merupakan hal yang wajib dipakai untuk melindungi virus masuk ke mulut dan ke dalam hidung, serta untuk memutus mata rantai penyebaran,” kata Mawardi sembari menyebut ada bantuan dari Pemerintah Aceh untuk Gayo Lues berupa logistik, baliho, spanduk, dan 22 ribu lebih masker.[]




