BANDA ACEH – Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Nasrul Zaman, mengkritik gagasan Pemerintah Aceh dalam memasifkan penggunaan masker guna mencegah penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh.

Nasrul Zaman menyebut Pemerintah Aceh memberangkatkan 19.735 orang ke seluruh Aceh untuk mensosialisasikan Gebrak Masker kepada masyarakat. Tim itu dilepas langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

“Entah ide siapa, dan bagaimana gagasan ini bisa muncul telah menjadi semangat bersama Pemerintah Aceh sehingga memerintahkan 19.735 orang dikerahkan ke seluruh Aceh untuk memasifkan penggunaan masker di masyarakat,” kata Nasrul Zaman, Kamis, 3 September 2020.

Nasrul menjelaskan, pengerahan begitu banyak orang ke seluruh pelosok penjuru Aceh, seharusnya tetap mengikuti protokol kesehatan. Salah satunya adalah kewajiban pemeriksaan swab PCR bagi seluruh anggota tim. 

“Hal ini tidak bisa ditawar-tawar karena semua kita tidak ingin warga yang seharusnya jauh dari potensi Covid-19 malah menjadi terpapar karena ulah pemerintah itu sendiri,” ungka Nasrul.

Nasrul menilai gerakan ini adalah gagasan yang baik selama dilakukan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Jika tidak maka ini dapat menjadi awal bencana penyebaran Covid-19 secara massif dan terencana di tengah masyarakat pelosok.

Menurut Nasrul, seharusnya gerakan Gebrak Masker ini dilakukan dengan memberdayakan struktur pemerintah ditambah dengan keterlibatan Ormas, LSM atau lembaga pendidikan tinggi.

“Pemerintah kabupaten kota, kecamatan, kemukiman hingga pemerintah gampong dan didukung oleh puskesmas adalah pihak yang menjadi penggerak penggunaan masker,” jelasnya.

Terlebih, lanjut Nasrul, jika gerakan ini dapat didukung Ormas-Ormas agama, lembaga pendidikan yang ada di wilayah masing-masing tentu Gebrak Masker menjadi suatu hal sangat positif.

Akan tetapi, menurut Nasrul, sayangnya Gebrak Masker yang dilakukan Pemerintah Aceh hanyalah berupa “pepesan kosong” tanpa metode yang baik. 

“Apalagi ribuan orang yang terlibat tersebut tidak pernah dilatih menjadi tenaga penyuluh kesehatan utamanya tentang Covid-19 ini. Akhirnya Gebrak Masker adalah upaya Pemerintah Aceh mengundang bencana belaka,” pungkasnya.

Penjelasan Pemerintah Aceh

Berdasarkan siaran pers Biro Humas Setda Aceh, Pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh secara resmi melepaskan rombongan ASN yang akan mengampanyekan Gerakan Masker Aceh (GEMA) ke seluruh kabupaten dan kota se-Aceh, Selasa, 1 September 2020. Seremonial pelepasan dilakukan di halaman utama Kantor Gubernur Aceh.

Hadir dalam pelepasan itu Plt. Gubernur, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh dan Kajati Aceh. Juga hadir Sekda Aceh, Wakil Ketua PKK, Ketua DWP Aceh serta para Kepala SKPA dan Kepala Biro di lingkungan Setda Aceh yang berada di dalam mobil untuk memimpin langsung Gebrak Masker ke seluruh Aceh. 

Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan angka kasus covid-19 di Aceh sudah masuk kategori memperihatinkan. Tingkat penularan meningkat tajam. Berbagai upaya seperti pengobatan atas pasien dan pencegahan telah dilakukan. Namun upaya-upaya itu dinilai belum maksimal. Karena itu, pemerintah kemudian menggerakkan GEMA, bagian gerakan Gebrak Masker yang dilakukan di seluruh Indonesia.

“Kita melibatkan semua stakeholder. GEMA ini menyasar seluruh masyarakat sampai ke tingkat rumah tangga,” kata Nova.

Total ada 19.735 partisipan yang di antaranya Aparatur Sipil Negara dan masyarakat sipil lainnya yang ikut dalam GEMA ke seluruh Aceh. Mereka akan serentak mengampanyekan gerakan pakai masker pada Jumat 4 September mendatang. 

Relawan yang akan berpartisipasi dalam gerakan ini akan menggaungkan GEMA di 3.883 mesjid dan di 6.497 desa. Pesan utama yang akan dibawa secara serentak adalah “Ingat Covid – Ingat Masker!”

“Pesan GEMA akan disampaikan melalui khutbah Jumat dan media informasi baliho, spanduk dan poster,” kata Nova.

Gebrak Masker semula adalah gerakan nasional yang oleh pemerintah Aceh dijawab dengan aksi bersama yang dilakukan dengan menggandeng masyarakat lintas organisasi. Dengan keterlibatan banyak pihak diharapkan gerakan ini menjadi gerakan massif. 

“Mereka akan mengampanyekan gerakan memakai masker di sekolah-sekolah, di semua desa bahkan di tempat ibadah,” ujar Nova.

Gerakan memakai masker sangat penting disukseskan mengingat pencegahan covid yang angkanya terus meningkat sangat penting. Mencegah penularan covid sebatas menjaga diri tapi juga keluarga seluruh masyarakat. Apalagi sampai saat ini, vaksin covid-19 belum lagi ditemukan. Efeknya yang berbahaya telah menjangkiti seribuan lebih masyarakat Aceh. Salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan memakai masker. Minimal dengan masker potensi tertular dan menularkan penyakit akan terhindari. 

Gerakan memakai masker merupakan ikhtiar bersama yang diserukan langsung Presiden Indonesia Joko Widodo. Presiden meminta langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menggaungkan gerakan tersebut ke seluruh pelosok negeri. Berbagai organisasi lintas profesi menjawab seruan itu dengan mengambil peran ikut kampanye GEMA. 

Pemerintah Aceh juga telah menyurati seluruh bupati dan wali kota se-Aceh lewat surat yang diteken langsung Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah. 

Dalam surat itu, disebut bahwa Gebrak Masker Aceh adalah tindak lanjut dari surat Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Nomor S.2294/HM.01.03/VIII/2020 tanggal 4 Agustus 2020, Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 440/3592/BPD tanggal 14 Agustus 2020, serta Surat Gubernur Aceh Nomor 440/12518 tangga 24 Agustus 2020 perihal Gebrak Masker se Aceh.

Plt. Gubernur mengatakan, selain kampanye memakai masker pemerintah Aceh juga akan meningkatkan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) kepada masyarakat. Pada pekan depan kata Nova, dua container lab PCR akan tiba di Banda Aceh. Satu laboratorium akan ditempatkan di Labkesda I dan satu lagi ditempatkan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin.

Nova menyebutkan, jika skema laboratorium sesuai yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan itu efektif, pemerintah Aceh akan menambah dua sampai tiga laboratorium PCR lainnya.  “Kalau efektif kita akan tambahkan dua sampai tiga unit lain yang akan kita letakkan di beberapa sentra di Aceh,” kata Nova.[](rilis)