TAKENGON – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Aceh mempromosikan agrowisata kopi di dataran tinggi Gayo sebagai tempat wisata terbaru di nusantara maupun mancanegara.

Acara yang dikemas dalam bentuk lokakarya ini berlangsung di Aula Setdakab Aceh Tengah, Rabu, 20 Juli 2016. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan salah satu formula dalam mengelola dan mengembangkan agrowisata di Aceh, terutama di Gayo.

Selain itu juga untuk memahami pentingnya pembinaan agrowisata sebagai salah satu alternatif dan cara membina masyarakat, dalam mewujudkan sinergisitas pariwisata dengan pertanian yang bisa menghasilkan pertumbuhan sosial ekonomi organisasi masyarakat.

Lokakarya ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi, pegiat wisata ekologi berbasis desa Made Suarnata dan praktisi wisata lokal, Zaini.

Hadir dalam acara itu SKPK dari empat empat kabupaten yaitu Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah dan Aceh Selatan serta SKPA terkait.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, dalam paparannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah harus bekerja keras dalam menggaet wisatawan ke daerah itu. Beberapa event yang mendukung untuk melakukan promosi juga dinilai penting guna menarik perhatian wisatawan.

“Acara kemah 100 tenda yang dilaksanakan beberapa hari lalu di pinggir danau Laut Tawar itu sangat bagus untuk promosi wisata Gayo,” kata Reza Fahlevi.[](ihn)