BLANGKEJEREN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gayo Lues menampung 694 usulan dari masing-masing desa untuk program tahun 2022 mendatang. Akan tetapi yang masuk ke dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) 641 usulan.

Pernyataan itu disampaikan Jata, S.E., Kepala Bappeda Gayo Lues saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Tahun 2021 di Balai Pendopo Bupati, yang dibuka Wakil Bupati H. Said Sani, dihadiri Ketua DPRK H. Ali Husin serta anggota dewan, Sekda Ir. Rasyidin Porang, para Kepala SKPK, Camat, Kepala Desa dan undangan lainnya.

Menurut Jata, pengurangan usulan masyarakat dari 694 menjadi 641 lantaran ada usulan program yang disampaikan tidak memenuhi syarat sesuai dengan SIPD. Sehingga usulan program hasil Musrenbang yang tercatat dari desa melalui aplikasi SIPD hanya 641.

“Musrenbang tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena menggunakan aplikasi. Jika tahun-tahun sebelumnya Musrenbang dilaksanakan di masing-masing kecamatan, tahun ini digelar di Balai Pendopo,” kata Jata saat menyampaikan laporan.

Ali Husin, Ketua DPRK Gayo Lues, mengatakan seluruh anggota dewan sudah menyampaikan pokok-pokok pikiran (Pokir) kepada pemerintah daerah. Pokir itu merupakan usulan masyarakat yang langsung kepada anggota dewan dari Dapil masing-masing.

“Kami berharap Pokir yang telah kami sampaikan ini dapat dimuat dalam kegiatan tahun 2022. Dapat menjadi referensi dan masuk program tahun 2022,” katanya.

Dia menyebut selama ini Pokir dewan sering tidak direspons Pemda yang mengakibatkan apa yang diharapkan warga tidak terwujud.

Selain itu, Ketua DPRK Gayo Lues juga meminta Pemda menyampaikan terlebih dahulu ke DPRK terkait program tahun 2022 yang akan disampaikan kepada pihak Provinsi Aceh, sehingga bisa diselaraskan semua program-program yang menjadi prioritas.

Wakil Bupati Gayo Lues, Said Sani, mengatakan program pemerintah tahun 2022 yang diprioritaskan adalah program bersifat meningkatkan ekonomi dan menyejahtrakan masyarakat. Hal itu dilakukan lantaran anggaran Kabupaten Gayo Lues sangat terbatas.

“Untuk mewujudkan Gayo Lues yang islami, mandiri dan sejahtera, maka program yang menjadi prioritas tahun 2022 adalah program yang sifatnya bisa meningkatkan ekonomi dan menyejahtrakan masyarakat, dan itupun harus tepat sasaran,” katanya.

Wakil Bupati juga mengumumkan bahwa RKPK Gayo Lues tahun 2021 masuk nominasi 6 besar pada Anugerah Perencanaan Abdul Majid Ibrahim ke-7, dimana pada Senin, 15 Februari 2021 lalu tim dari Banda Aceh memberikan penghargaan.[]