BLANGKEJEREN – Bawang dari bantuan Program Sela Covid-19 (Seco) di Kabupaten Gayo Lues mulai panen, tapi harga tidak stabil. Pihak Dinas Pertanian hanya bisa membantu bibit dan mulsa, tidak bisa mengintervensi harga.
Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Zakaria, Rabu 30 Desember 2020 menjelaskan, pihaknya sudah menyalurkan 41 ton bibit bawang merah secara bertahap kepada kelompok tani, tahap pertama dan kedua sudah selesai panen, dan tahap ketiga mulai memasuki musim panen.
“Kami sudah meninjau beberapa kelompok tani yang menerima bantuan bibit bawang merah, hasilnya banyak yang memuaskan meskipun ada tanaman bawang merah menjelang masa panen diserang hama, curah hujan sangat tinggi, jadi agak susah mengenadilakan hama busuk daun,” jelas Zakaria.
Kelompok tani yang paling bagus tanaman bawang merahnya kata Kadis Pertanian adalah kelompok Tajung Sari di desa Kerukunan Kota Panjang, Kecamatan Kota Panjang, kelompok tani itu menerima bantuan empat mulsa plastik disertai dengan bibit bawang merahnya.
“Menurut informasi yang kami terima, harga bawang merah di Kabupaten Gayo Lues saat ini mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu, harga ini tergantung dengan kualitas bawang merah petani. Dan kami dari Dinas Pertanian hanya bisa membantu petani di bidang bibit, mulsa plastik dan mengarahkan agar tanaman disemprot ini dan itu, kalau masalah harga, kami tidak bisa berbuat apa-apa meskipun ada keluhan dari petani,” tambahnya.
Bantuan bibit bawang merah yang diberikan Dinas Pertanian kepada kelompok tani kata Zakaria bertujuan untuk membantu memutus mata rantai Covid-19, dan memperbaiki ekonomi petani di sela pandemi virus Corona. Dengan bantuan program Seco, aktifitas masyarakat akan terhindar dari keramaian dan hasilnya bisa meningkatkan ekonomi petani.[*]


