SEBAGAI orangtua, kita kerap khawatir ketika si buah hati menangis sejadi-jadinya. Kepanikan dan cemas berlebihan terkadang spontan kita lakukan sehingga lupa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada si balita.
Bayi menangis merupakan hal normal. Terkadang dia menangis karena popoknya yang sudah basah karena buang air kecil. Namun tak jarang si bayi rewel dan bahkan menjerit-jerit tengah malam.
Untuk kasus ini, ayah dan bunda tidak perlu panik. Terutama bagi bayi yang masih diberikan ASI sebagai makanan utama. Hal yang perlu dilakukan adalah memastikan tidak ada binatang yang menggigitnya. Selanjutnya memastikan popoknya kering. Hal ketiga, jika bayi masih rewel adalah melihat prilaku bayi.
Jika bunda memerhatikan bayi si kaki menendang-nendang sembari menangis, ini berarti ada yang tidak beres dengan perutnya. Untuk penanganan darurat, ayah dan bunda bisa memeriksa perut bayi dengan mengetuk-ngetuk secara perlahan. Jika perutnya berbunyi ini bisa dipastikan buah hati anda sedang sakit perut. Biasanya hal ini disebabkan kesalahan makanan yang dikonsumsi oleh bunda.
Obat pertama yang bisa diberikan untuk si buah hati adalah ASI. Seperti diketahui, ASI merupakan asupan gizi yang paling dibutuhkan anak anda selain juga mengandung imun tubuh, yang berfungsi mencegah penyakit untuk bayi. Sementara untuk pencegahan, ada beberapa langkah alternatif yang bisa dilakukan oleh ayah untuk mengurangi sakit perut si anak. Salah satunya adalah mengoleskan ramuan-ramuan tradisional Aceh.
Bagi masyarakat Aceh, ada beberapa obat mengatasi sakit perut (Aceh: Buteng) dengan gejala-gejala seperti disebutkan tadi.

1. Daun Jarak
Ada kalanya beberapa orangtua di perkampungan Aceh mengandalkan daun jarak (Aceh: On Geutah Nawah) untuk mengobati sakit perut. Daun jarak memang sudah sangat lazim digunakan orang sebagai tanaman herbal. Maka dari itu, tanaman yang dikenal sebagai apotik hidup itu, banyak yang mencarinya karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sejak dulu, tanaman jarak sudah menjadi rebutan para penjajah. Karena tanaman ini memiliki manfaat menyeluruh dari daun, buah sampai bijinya.
Salah satu fungsi daun jarak adalah untuk mengatasi susah buang air besar. Cara menggunakannya adalah daun jarak yang masih segar, kemudian kukus dan dapat dimakan sebagai lalapan pada makanan anda. Hal ini efektif sekali untuk melancarkan BAB tetapi tidak untuk bayi Anda.
Sementara untuk sakit perut bayi, ambil 2 sampai 3 helai daun jarak yang sudah bersih. Kemudian olesi minyak makan yang masih baru. Panaskan daun di atas api kompor 2 menit sampai panas terasa merata. Letakkan daun pada perut dan punggung bayi atau agar tidak mudah lepas, dapat dipasangkan dalam gurita bayi.
Cara ini juga bisa dilakukan untuk menurunkan demam pada bayi.

2. Daun Lantana Camara atau Bunga Tahi Ayam (Aceh: On Seurune atau On Ek Manok).
Tanaman ini banyak tumbuh liar atau dipakai sebagai tanaman pagar, bau khas agak langu. Daun tunggal, duduk berhadapan bentuk bulat telur ujung meruncing pinggir bergerigi tulang daun menyirip, permukaan atas berambut banyak terasa kasar dengan perabaan permukaan bawah berambut jarang.
Penyebutan untuk daun ini bervariasi untuk masing-masing daerah. Ada yang menyebutnya kembang satek, saliyara, saliyere, tahi ayam, kembang telek, obio, puyengan, tembelek, tembelekan, teterapan (jawa), kamanco, mainco, tamanjho (Madura), bunga pagar, kayu singapur, lai ayam; (Sumatera), dan Wu se mei (China).
Untuk menangani sakit perut si bayi, Anda dapat mengambil beberapa helai daun segar daun tanaman berbau menyengat ini. Kemudian lumatkan di telapak tangan dan oleskan di perut si buah hati.
Selain untuk sakit perut, bunga tahi ayam ini juga dipercaya bisa mengobati beberapa penyakit lainnya. Akar bunga tahi ayam ini bisa dipergunakan untuk mengatasi Influenza, TBC kelenjar, rheumatik, fluor albus atau keputihan. Caranya ambil 6-10 gram akar kering, lalu cuci bersih. rebus bahan dalam 4 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring rebusan. minum 3 kali sehari masing-masing 2/3 gelas.
Selain itu bunga tahi ayam ini juga bisa dipergunakan untuk mengobati TBC dengan batuk darah, asthmatis. Caranya cuci bersih 9 gram bunga kering, lalu rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. setelah dingin, saring nair rebusan. Minum ramuan 3 kali sehari masing-masin 2/3 gelas.
Daunnya juga berfungsi sebagai obat kulit, bisul, bengkak, gatal-gatal, panas tinggi, rheumatik, dan memar. Caranya daun segar dilumatkan untuk ditempelkan ke tempat yang sakit atau direbus secukupnya untuk cuci pada penyakit kulit, bisul, luka berdarah, memar, dan keputihan.

3. On Kacang Lipeh (Aceh)
Tumbuhan belukar ini biasanya hidup serampangan di daerah Aceh. Daunnya menyerupai daun Asam Jawa, majemuk menyirip genap, dengan daun penumpu seperti pita meruncing. Namun anak daun sedikit panjang menyempit berbeda dengan daun Asam Jawa.
Guna mengatasi perut si bayi, ayah atau bunda bisa mengambil pucuk dedaunan ini. Caranya memisahkan daun Kacang Lipeh ini dari tangkainya. Ingat, ambil daunnya saja. Kemudian lumatkan di telapak tangan hingga mengeluarkan getah dan oleskan di perut si bayi. Selanjutnya tutup dengan gurita atau kain.
Selain tiga jenis obat herbal tersebut, masih banyak ramuan tradisional lainnya yang bisa dipergunakan ayah dan bunda untuk mengatasi sakit perut si buah hati. Namun untuk memastikan tidak efek samping, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anak mengenai obat-obatan herbal ini. Selamat mencoba.[] dari berbagai sumber/bna







