BANDA ACEH – Bayi kembar empat yang lahir secara prematur di Rumah Sakit Umum (RSU) Meuraxa, Banda Aceh, 18 November 2016 lalu, dilaporkan meninggal dunia.
Satu dari empat bayi kembar itu meninggal saat persalinan. Sedangkan tiga lainnya sempat menjalani perawatan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) rumah sakit tersebut dan menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan selama beberapa hari.
Humas RSU Meuraxa, dr. Intan, membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa keempat bayi tersebut terlahir prematur sehingga tidak mampu bertahan hidup karena organ seperti paru-paru belum terbentuk sempurna.
“Iya benar, keempat bayi tersebut sudah meninggal dunia,” ucapnya saat dihubungi portalsatu.com, 28 November 2016.
Anak dari pasangan Surati (32) dan Muhibbudin (50) itu dimakamkan di gampong asal orang tuanya di Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.[]


