TAKENGON – Miftahul Jannah, bayi penderita hydrocephalus asal Bener Meriah akhirnya dirujuk ke RSUZA Banda Aceh. Sebelumnya bayi tersebut dirawat di RS Datu Beru, Takengon.

Ketua Lembaga Peduli Duafa (LPD) Aceh Musfendi selaku pendamping keluarga pasien mengatakan, Mifathul Jannah saat ini sudah dirawat di RSUZA. Namun dokter belum bisa memastikan penyakit pasien karena sampel darah untuk pemerisaan lebih lanjut belum diperoleh.

“Keterangan medis malam tadi, urat nadi si bayi sangat kecil, sehingga sulit diambil darahnya,” kata Musfendi kepada portalsatu.com, Selasa, 3 Oktober 2017.

Baca: Bayi Usia 25 Hari Asal Bener Meriah Ini Menderita Hydrocephalus

Musfendi juga mengajak masyarakat untuk membantu keluarga pasien yang berasal dari keluarga mampu tersebut melalui rekening BNI 453315197 a.n Lembaga Peduli Duafa Aceh. Setiap nominal yang dikirimkan ditambahkan kode 025 untuk membedakan dengan donasi kepada yang lainnya.

Sementara itu, Junaidi, ayah kandung Miftahul Jannah melalui pesan singkatnya melaporkan kondisi bayinya saat ini sudah mengalami perubahan. Miftahul Jannah katanya, juga mulai menunjukkan pergerakan pada anggota tubuhnya seperti tangan dan kaki.

“Alhamdulillah mulai ada perubahan,” katanya.

Baca: Dewan Aceh Tengah Jenguk Bayi Penderita Hydrocephalus di Datu Beru

Miftahul Jannah diboyong ke RSUZA Banda Aceh pada Senin siang setelah sebelumnya dirawat di BLUD Datu Beru Takengon.

Ia merupakan buah hati dari Junaidi dengan Susi Mayani, warga Tingkem Benyer, Kecamatan Bukit, Bener Meriah. Mifthaul Jannah dilahirkan melalui tindakan operasi pada 5 September lalu di RSUD Muyang Kute Bener Meriah.[]