LHOKSEUMAWE – Sekretaris Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH Apik) Aceh, Roslina Rasyid menilai peran geuchik sangat penting dalam membantu kinerja para pemerhati yang melakukan pendampingan terhadap perempuan korban kekerasan.

“Sejauh ini, kita tidak banyak melihat peran geuchik dalam membantu kerja pemerhati atau pendamping korban. Sangat minim geuchik yang mau peduli dan benar-benar mendukung kerja pendamping korban kekerasan, terutama perempuan yang menjadi korban kekerasan,” kata Roslina Rasyid kepada portalsatu.com, Kamis, 7 Januari 2016.

Roslina menyebut media juga berperan penting dalam membantu pemulihan korban kekerasan tersebut. “Saya melihat dengan adanya pemberitaan yang tepat dapat menyumbang perubahan lebih baik lagi secara psikis bagi korban,” ujarnya.

Roslina beserta sejumlah aktivis perempuan di Aceh lainnya berharap semua media mengambil peran tersebut. Namun sejauh ini, kata Roslina belum banyak media mau berperan dalam melakukan pemberitaan untuk membantu pemulihan korban secara psikis. Kata dia, relasi antara media dan gerakan perempuan juga masih kurang.

“Kita berharap ke depan model-model pemberitaan tentang kekerasan terhadap perempuan itu menjadi lebih baik dan dapat membawa perubahan positif secara psikis bagi korban,” kata Roslina.[] (idg)