DALAM dua hari ini Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh H.T. Ibrahim menjadi orang paling sibuk. Pasalnya, sejak Kamis lalu, T. Ibrahim dan istrinya Rida mempersiapkan kenduri maulid untuk 4.000 orang di kediamannya Desa Lieue, Tungkop, Lambaro Angan, Aceh Besar, Sabtu, 26 Maret 2016.

Diawali dengan menyantuni anak yatim, juga diisi tausiah dan dike molod (zikir maulid). Hingga sore, para undangan acara maulid terus berdatangan.

“Setiap tahun keluarga besar ada agenda maulid, selain untuk menyantuni anak yatim juga bersilaturahmi dengan masyarakat kampung,” kata Rida Ibrahim di tengah acara tersebut.

Bagi T. Ibrahim tidak sulit menyediakan tempat untuk para undangan. Kediamannya berada dalam satu kompleks dengan keluarga besar, punya halaman luas. Melalui acara maulid, keluarga besar T. Ibrahim berkesempatan bertemu warga dan berbagai kalangan dari luar kampung guna bersilaturahmi.

Alhamdulillah, acara maulid tahun ini lebih besar dari sebelumnya, tujuannya supaya semua keluarga, saudara, dan kerabat bisa hadir,” ujar Rida yang juga Sekretaris Organisasi Perempuan Demokrat ini.

T. Ibrahim dalam pesannya mengatakan, melaksanakan maulid lebih sebagai tradisi orang Aceh mempertahankan silaturahmi dengan damai. Dapat bertemu berbagai kalangan karena akibat aktivitas sehari-hari jarang bertemu.

“Maulid indah karena silaturahmi yang terbangun merata, dari anak yatim hingga warga kampung,” jelas T. Ibrahim.

Tampak hadir pada acara maulid tersebut Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) Aceh Miriadi Amir, anggota DPR Aceh Iskandar Daod, dan Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadilah. Ada pula para tokoh masyarakat setempat dan ribuan warga.[]