MEULABOH – Warga Gampong (desa) Kulam Kaju, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat, menggelar kenduri tulak bala (selamatan) agar tanaman padi milik petani setempat tidak lagi diserang hama ulat, Rabu, 20 Juni 2018, malam.
Kenduri yang digelar di tengah-tengah sawah milik warga itu dimulai ba'da maghrib dan selesai sekira pukul 21.00 WIB.
“Dengan berkat kenduri malam ini kami berharap bala ini hilang. Dan hama ulat tidak memakan padi petani lagi,” ujar Geuchik setempat, Hasbi (30), kepada portalsatu.com/, selesai acara, Rabu malam.
Menurut Hasbi, kenduri tersebut merupakan rangkaian dari dua kenduri sebelumnya yang diadakan di masjid setempat.
“Dua malam sebelumnya kita juga membaca surat yasin di masjid. Ini adalah malam penutupan. Makanya kita gelar di tengah sawah seperti ini,” kata Hasbi.
Pantauan di lokasi, rangkaian kenduri diawali dengan membaca surat yasin oleh puluhan warga, dan ditutup dengan do'a bersama yang dipimpin Tgk. Abdul Razak (35). Pelaksana acara juga membagi-bagikan nasi bungkus dan kue pemberian warga setempat kepada para peserta yang hadir.
Seperti diberitakan, sejak Minggu, 17 Juni 2018, puluhan petak sawah milik petani setempat diserang hama ulat. Setidaknya terdapat 70 petak sawah warga diserang hama ulat pada malam hari.
Menurut seorang warga yang tak ingin identitasnya disebutkan, pihak Dinas Pertanian setempat memang telah berkunjung ke lokasi. “Kalau tidak salah pada Selasa kemarin datang. Ada diberi semacam pestisida. Tapi tidak cukup untuk seluruh tanaman yang diserang hama ulat ini,” ujar warga tersebut.
Hama ulat yang menyerang tanaman padi milik warga Kulam Kaju, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat. @Rino Abonita.[]
Penulis: Rino Abonita




