BLANGKEJEREN – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues angkat bicara soal wacana kepala desa (Kades) dan aparatur pemerintahan yang akan melakukan Bimtek ke Medan. Menurut pimpinan dewan itu, sebaikan Bimtek diadakan di daerah saja dengan beberapa alasan.
“Menanggapi berita yang dilansir oleh partalsatu.com tentang pelaksanaan Bimtek Aparatur Kampung/Desa di Medan, saya menyarankan agar diadakan di Gayo Lues saja,” kata H. Ibnu Hasim, salah satu pimpinan DPRK Gayo Lues, Jumat, 19 Agustus 2022.
Baca: Kades se-Gayo Lues Akan Bimtek ke Medan, Segini Anggaran Per Desa
Pertimbangan Ibnu Hasim, dana sebesar Rp1,6 miliar bukanlah jumlah yang sedikit. Apalagi di masa pandemi Covid -19 ini, anggaran sejumlah itu sungguh sangat sulit untuk mendapatkannya. Untuk itu seharusnya dibelanjakan di Gayo Lues guna membantu ekonomi masyarakat lemah, terutama pengusaha rumah makan yang nantinya akan berdampak ditampungnya sayur-mayur emak-emak Pedagang Kaki Lima (PKL) dan pengusaha penginapan.
“Alasan kedua, jumlah dana yang tersedia dari Dana Kampung/Desa tidak akan cukup segitu saja jika Bimtek ke Medan. Pasti kepala desa akan membutuhkan uang tambahan untuk ‘jajan’, tentu akan menambah beban dana pribadi. Sementara di satu sisi keadaan ekonomi masyarakat sangat memprihatinkan saat ini,” kata politikus Partai Demokrat itu melalui pesan WhatsApp.
Menurut Ibnu, kalau hanya untuk Bimtek bagi aparatur desa harus ke Medan dengan alasan para narasumber tidak bersedia hadir ke Blangkejeren karena terlalu jauh, hal itu tidaklah logis. Dia menyebut narasumber Bimtek untuk aparatur desa cukup dari Pemerintah Aceh dan Universitas Syiah Kuala (USK), tidak harus dari kementerian.
“Kalau alasan tentang tempat tentu boleh dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas penginapan yang ada di Gayo Lues,” ucap Ibnu Hasim.[](Anuar Syahadat)




