BLANGLKEJEREN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Gayo Lues mengecam tindakan PT Hutama Karya (HK) yang diduga mengabaikan jalan lintas nasional Gayo Lues-Aceh Tenggara di daerah Tetumpun. Kecaman itu muncul lantaran saat longsor terjadi, tidak ada alat berat dan petugas PT HK di lapangan.
Anggota DPRK Gayo Lues, H. Ibnu Hasim, Senin, 15 Juni 2026, mengatakan tadi malam pukul 24:00 WIB terjadi longsor di daerah Tetumpun, dan satu mobil L300 berusaha menerobos longsor tersebut.
“Namun mobil itu tidak bisa maju dan tidak bisa mundur lagi. Sehingga ketika datang longsor susulan, mobil itu disapu longsor hingga jatuh ke dalam jurang,” kata Ibnu Hasim melalui pesan Whatsapp.
Dalam insiden itu tidak ada korban jiwa lantaran pengemudi sudah berhasil turun dari mobil. Namun kerugian akibat longsor tersebut disebut mencapai jutaan rupiah.
“Yang membuat masyarakat geram dengan ulah PT HK ini adalah tidak adanya petugas dan alat berat di lokasi hingga pukul 8:30 WIB, padahal banyak kendaraan yang sudah mengantre, dan jenazah dr. Irpan yang akan dibawa ke Blangkejeren terpaksa digotong,” ujar Ibnu Hasim.
Sebelumnya, PT HK yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan jalan tersebut, sudah mengumumkan jadwal bahwa Jalan Gayo Lues-Aceh Tenggara di daerah Tetumpun tutup pukul 8.00 s/d 11.00, dan buka pukul 11.00 s/d 13.00, serta tutup kembali pukul 13.00 s/d 16.00 WIB.
“Dari kejadian ini, saya selaku anggota dewan mewakili masyarakat meminta kepada pejabat PT HK, agar memberi sanksi dan mendisiplinkan bawahannya yang bertugas di Gayo Lues,” pungkas Ibnu Hasim.[]




