BANDA ACEH – Kondisi Brigadir Martono, 35 tahun, anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh, yang sempat dirawat karena ditembak tersangka bandar sabu dilaporkan sudah mulai membaik, Selasa, 26 Januari 2016. Namun anggota Polda Aceh ini masih menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unite (ICU) Rumah Sakit Umum (RSU) Meuraxa, Banda Aceh.

“Alhamdulillah (kondisi) pasien sudah mulai membaik. Dia juga sadar,” kata dr. Fakhrul Rizal, SPB.

Fakhrul mengatakan terdapat lubang di paha Brigadir Martono saat diperiksa. “Saya menemukan luka di paha bagian medial (tegah dalam). Panjangnya kira-kira 20 centimeter dan diameter 1 centimeter,” katanya.

Dia menyebutkan kemungkinan lubang di paha Martono tersebut diakibatkan benda tumpul. Fakhrul juga sempat meraba lubang di paha Martono saat membersihkan luka korban.

“Saya tidak tahu pasti (itu disebabkan peluru), yang pasti disebabkan benda tumpul,” katanya.

Menurutnya berdasarkan hasil rontgen dan foto x-ray, juga tidak ditemukan ada benda asing yang tertinggal di dalam luka tersebut. Brigadir Martono disebutkan mulai membaik. “Dua sampai tiga hari mendatang, pasien sudah diperbolehkan pulang,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Brigadir Martono, salah satu anggota Polda Aceh yang bertugas di Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi, ditembak oleh AC (25), warga Gampong Lamtaduek, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin, 25 Januari 2016, sekira pukul 19.30 WIB. Dia saat itu sedang melakukan penyamaran sebagai pembeli sabu pada tersangka AC.[](bna)