LHOKSUKON – Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Utara mulai surut, Selasa, 2 Oktober 2018 siang. Seratusan warga dari empat gampong di Kecamatan Matangkuli yang sempat mengungsi kemarin (Senin), juga telah pulang ke rumahnya masing-masing.
Camat Matangkuli, Zulkifli kepada portalsatu.com/ via telepon seluler menyebutkan, kemarin (Senin) banjir merendam 22 gampong di Matangkuli. Meliputi Alue Entok, Teumpok Barat, Hagu, Alue Thoe, Cebrek Pirak, Lawang, Tanjong Haji Muda, Mee, Parang Siekureung, Baroe, Blang, Taanjong Tgk. Kari, Siren, Meuria, Pante Pirak, Leubok Pirak, Meunye Pirak, Teungoh Seulemak, Tanjong Tgk. Ali, Punti, Teupin Keube dan Trieng Teupien Keube.
“Semalam ada empat gampong yang sebagian warganya mengungsi, yaitu 18 jiwa di Gampong Hagu, 43 jiwa di Gampong Lawang, 33 jiwa di Gampong Tanjong Haji Muda dan 15 jiwa di Gampong Siren. Mereka hanya mengungsi di malam hari, tadi pagi sudah kembali ke rumah masing-masing. Untuk Gampong Lawang belum saya cek, apakah masih ada yang mengungsi atau sudah tidak ada lagi. Yang lainnya sudah pulang,” ujar Zulkifli.
Menurut Zulkifli, dari 22 gampong yang banjir, tidak semua rumah terendam. “Hingga saat ini kita tetap memantau perkembangan banjir. Terkadang sulitnya begini, tidak ada satu geuchik pun yang menghubungi saya melaporkan soal banjir. Semua geuchik harus saya tanya, barulah mereka katakan banjir dan memberikan data rumah yang terendam. Ini saya baru pulang dari Teumpok Barat, banjirnya sudah surut. Di Gampong Punti masih sebagian tergenang, termasuk lapangan bola kaki. Di Gampong Mee juga masih sebagian. Namun hari ini bisa dikatakan sudah banyak gampong, banjirnya surut,” kata Camat Matangkuli.
Geuchik Gampong Lawang, Sulaiman, secara terpisah via telepon seluler mengatakan, banjir yang melanda gampongnya mulai surut sejak siang tadi (Selasa). Jika kemarin (Senin) ketinggian air mencapai 1,5 meter, kini hanya di bawah 1 meter.
“Hingga tadi pagi banjirnya cukup parah, namun sejak siang tadi mulai surut. Warga yang sempat mengungsi selama dua malam juga sudah pulang ke rumahnya. Pane ek geu’eh man ka padup malam lam nyamok (Mana sanggup tidur sudah beberapa malam dalam kawanan nyamuk). Hingga semalam ada dua titik pengungsi di Lawang, di balai serbaguna dan meunasah (musala). Di sini semua rumah terendam, tidak terkecuali, namun terparah 25 Kepala Keluarga (KK),” pungkas Sulaiman.
Pantauan portalsatu.com/, banjir juga merendam puluhan rumah di beberapa gampong dalam Kecamatan Lhoksukon. Di antaranya Gampong Meunasah Dayah, Gampong Asan LB dan beberapa gampong lainnya di Jalan Ara Kemudi menuju Kecamatan Matangkuli. Di Kecamatan Matangkuli, lapangan bola kaki Gampong Punti tampak seperti lautan. Puluhan anak bermain dan berenang di lapangan tersebut.
Dua bangunan sekolah juga masih terendam, MTsN Matangkuli dan SD Negeri 6 Matangkuli. Sementara di SMA Negeri Matangkuli. Hingga Selasa sore, Asrama Koramil Matangkuli juga masih terendam, begitu pula jalan masuk di depan Puskesmas Matangkuli.
Sementara itu, Camat Pirak Timu, Ismuhar, menyebutkan, saat ini tidak ada rumah warga yang terendam banjir di Pirak Timu. Siang tadi, kata Ismuhar, pihak Muspika sudah turun langsung ke gampong-gampong yang rawan banjir di Pirak Timu, seperti Gampong Bilie Baroe, Keutapang, Reungkam, Trieng Krueng Kreh, Bungong Rayeuk Pange dan Asan Krueng Kreh.
“Dari hasil pantauan kita, tidak ada rumah warga yang terendam. Tadi genangan air hanya terlihat di halaman beberapa rumah warga Gampong Rayeuk Pange yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Pirak. Alhamdulillah, hingga sore ini masih aman dari banjir. Untuk sawah memang masih tergenang air pascaluapan Krueng Keuretoe lima hari lalu, hingga saat ini belum kering. Sebagian tanaman padi warga yang baru berusia 17 hari telah mati,” ungkap Ismuhar.[]




