SUBULUSSALAM – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN- RB) menyetujui pembentukan dan penetapan organisasi pada 14 UPT Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Dalam surat KemenPAN-RB Nomor : B/1034/M.KT.01/2026 15 Juli 2026 perihal Penataan Organisasi UPT Sekolah Nasional Terintegrasi yang ditujukan pada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu disebutkan 14 kab/kota penerima SNT.

Berikut rekapitukasi 14 Unit Organisasi dan Eselon IV.b Pelaksana Teknis SNT di Lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah:

1. Sekolah Nasional Terintegrasi 1 Subulussalam 1
2. Sekolah Nasional Terintegrasi 2 Banyumas 1
3. Sekolah Nasional Terintegrasi 3 Otorita Ibu Kota Nusantara 1
4. Sekolah Nasional Terintegrasi 4 Minahasa Utara 1
5. Sekolah Nasional Terintegrasi 5 Tidore Kepulauan 1
6. Sekolah Nasional Terintegrasi 6 Bone Bolango 1
7. Sekolah Nasional Terintegrasi 7 Bogor 1
8. Sekolah Nasional Terintegrasi 8 Cianjur 1
9. Sekolah Nasional Terintegrasi 9 Gowa 1
10. Sekolah Nasional Terintegrasi 10 Kupang 1
11. Sekolah Nasional Terintegrasi 11 Tarakan 1
12. Sekolah Nasional Terintegrasi 12 Donggala 1
13. Sekolah Nasional Terintegrasi 13 Bolaang Mongondow 1
14. Sekolah Nasional Terintegrasi 14 Jepara 1

Atas keberhasilan Pemko Subulussalam sebagai penerima SNT dan berada di urutan No 1, tentu Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa keseriusan pemerintah daerah yang dinahkodai Haji Rasyid Bancin (HRB) dalam membangun sektor pendidikan mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah pusat.

Bagi masyarakat Subulussalam, capaian ini bukan sekadar sebuah angka atau peringkat administratif. Lebih dari itu, keberadaan SNT nantinya akan membuka peluang besar bagi anak-anak daerah untuk memperoleh pendidikan berkualitas nasional tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

“Alhamdulillah, ini merupakan kabar baik bagi seluruh masyarakat Subulussalam. Semoga kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi nantinya benar-benar menjadi jalan lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Kita ingin anak-anak kita sukses tanpa harus jauh meninggalkan daerahnya,” ujar HRB kepada portalsatu.com, Jumat, 17 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut sekaligus melanjutkan berbagai capaian pemerintah daerah di bidang pendidikan. Sebelumnya, pada awal masa kepemimpinannya, HRB juga berhasil memperjuangkan hadirnya Program Sekolah Rakyat Rintisan hingga pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kota Subulussalam.

Artinya, dalam waktu yang relatif singkat, pemerintah daerah telah berhasil menghadirkan dua program pendidikan strategis dari pemerintah pusat. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia benar-benar menjadi prioritas utama.

Saat ini, kata HRB, Pemerintah Kota Subulussalam mulai mempersiapkan berbagai tahapan lanjutan, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur pendukung, koordinasi lintas kementerian, hingga sosialisasi kepada masyarakat agar proses pembangunan SNT dapat berjalan sesuai rencana.

Ia berharap kehadiran sekolah tersebut nantinya tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas melalui tumbuhnya kawasan pendidikan baru, meningkatnya aktivitas masyarakat, serta terbukanya berbagai peluang usaha.

Dalam satu rangkaian kerja yang saling berkaitan, HRB menunjukkan arah pembangunan yang komprehensif. Dari memperjuangkan kesejahteraan petani sawit sebagai penggerak ekonomi rakyat, membuka akses pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala, hingga menghadirkan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai investasi jangka panjang bagi generasi penerus.

Semua langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya dipandang dari aspek fisik semata, tetapi juga dari upaya membangun manusia yang cerdas, berkarakter, produktif, dan berdaya saing.

Dengan capaian ini, harapan besar masyarakat terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kota Subulussalam semakin nyata. Generasi muda memiliki peluang yang lebih luas untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus meninggalkan daerah sejak dini.

Visi besar “Tanoh Meutuah” yang diusung HRB kini perlahan menjelma menjadi kenyataan. Setiap langkah, setiap perjuangan, dan setiap kebijakan diarahkan untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.

Bukan sekadar membangun hari ini, tetapi sedang menyiapkan masa depan Subulussalam untuk puluhan tahun mendatang—melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, beriman, serta mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional maupun dunia.[]