MEKKAH – Jemaah Haji Aceh mulai menempati tenda-tenda yang disediakan di Mina sebagai tempat pemondokan sejak Selasa (10 Zulhijjah Waktu Arab Saudi). Selama berada di Mina, jemaah haji akan melaksanakan lontar jamrah dari 10 sampai 13 Zulhijjah. 

Kondisi jemaah haji selama berada di Mina secara umum sehat, meskipun dalam keadaan sangat lelah. Informasi itu disampaikan Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Drs. HM. Daud Pakeh, melalui Koordinator Keprotokolan, Humas dan Penerangan, H. Rusli, Lc. M.Si.

“Alhamdulillah, sampai saat ini jemaah haji Aceh dalam kondisi sehat, dan baru saja selesai melontar jamarah. Tadi baru saja kami terima informasi dari petugas Kloter 11 dan 9, seluruhnya ada lima orang jemaah yang lagi dalam perawatan tim medis di KKHI akibat kelelahan. Kita doakan semoga cepat sehat kembali,” kata Rusli dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Kamis, 23 Agustus 2018.

Rusli menjelaskan, secara umum jemaah haji Aceh mengambil nafar tsani yang akan berakhir besok (13 Zulhijjah WAS). Jemaah yang mengambil nafar awal sudah berakhir hari ini (12 Zulhijjah WAS) dan kembali ke Mekkah.

“Kami mendapat laporan ada dua kloter yang sebagian jemaahnya mengambil nafar awwal. Namun secara umum jemaah mengambil nafar tsani,” ujar Rusli.

Selama di pemondokan tim medis terus melakukan visitasi kepada para jemaah yang memiliki risiko tinggi dan pengobatan untuk jemaah yang sakit akibat kelelahan. 

Rusli menyebutkan, para jemaah juga terus dibekali dengan berbagai penyuluhan tentang penanganan dehidrasi, heat stroke dan kelelahan. Demikian juga pengawasan terhadap makanan.

“Para petugas kloter seluruhnya sedang bekerja maksimal untuk pelayanan jemaah sesuai tugas dan fungsinya. Selama di pemondokan terus diberikan berbagai penyuluhan kesehatan dan juga kegiatan konsultasi ibadah,” ujarnya.

Usai dari Mina, menurut Rusli, para jemaah akan kembali ke pemondokan di Mekkah dan melaksanakan Tawaf Ifadhah yang merupakan Rukun Haji.[](rel)