BLANGKEJEREN – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Masyarakat diimbau disiplin 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.
Selain itu, Pemkab Gayo Lues juga mempersiapkan tempat jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien positif Covid-19. Mulai dari wacana mengumpulkan semua pasien positif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan memindahkan pasien lain ke Puskesmas-Puskesmas hingga kembali mengaktifkan gedung Balai Latihan Kerja (BLK).
Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru didampinggi Kapolres Gayo Lues, Dandim 0113/GL dan Kadis Infokom di Gedung BLK Blangkejeren, Selasa, 11 Mei 2021, mengatakan saat ini RSUMAK masih bisa menerima pasien positif Covid-19, beberapa tempat masih tersedia, dan ruangan juga akan ditambah.
“Kalau terjadi lonjakan yang luar biasa, maka RSUD kita ini akan kita penuhkan untuk melayani pasien Covid-19. Untuk pelayanan umumnya atau pasien umum, sudah kita kondisikan masuk ke Puskesmas-Puskesmas Rawat Inap dan kemudian ke Klinik Tanoh Gayo. Tapi, Insya Allah akan terus terjadi penurunan pasien covid,” kata Amru.

Awalnya, Bupati bersama Kapolres dan Dandim, Selasa pagi, meninjau persiapan di RSUMAK, dilanjutkan berkunjung ke Puskesmas Dabun Gelang, Klinik Tanoh Gayo, gedung BLK, dan Puskesmas Kota Blangkejeren. Hasil kunjungan tersebut, Pemda akan mempersiapkan tempat jika terjadi lonjakan pasien Covid-19.
“Di gedung BLK ini juga kita sediakan 24 kamar jika sewaktu-waktu ada penambahan pasien covid. Ini khusus yang gejala ringan atau tempat isolasi mandiri. Kalau memiliki gejala tetap dirawat di RSUD,” kata Amru.
Berdasarkan laporan diterima Bupati, pasien positif Covid-19 dirawat di RSUMAK kemarin berjumlah 21 orang, dan sudah diperbolehkan pulang 7 orang. Pasien diperbolehkan pulang tersebut setelah keluar hasil negatif Covid-19.[](Irm)




