BANDA ACEH – Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Aceh (Satgas PPA) adakan acara Haul ke-382 Sultan Iskandar Muda dan peringati maulid Nabi Muhammad SAW di Makam Sultan Iskandar Muda atau Kompleks Badan Pembina Rumpun Iskandar Muda (BAPERIS), Banda Aceh, Sabtu, 15 Desember 2018.
Sekretaris Satgas PPA Rusydi, S.Pd.I., mengatakan acara itu sebagai acara tahunan PPA. Haul itu dilakukan bertujuan untuk mengenang jasa-jasa dari Sultan Iskandar Muda yang telah membesarkan nama Kesultanan Aceh hingga dikenal di seluruh dunia.
“Kami dari PPA mempunyai tekad yang bulat untuk terus mengenang jasa pahlawan. Bukan kita larut pada masa lalu tetapi kita jadikan contoh sehingga kita akan bisa berbenah untuk masa depan sehingga menjadi Aceh yang lebih baik,” kata Rusydi.
Acara itu dipandu oleh Ustaz Mujiburrijal serta dihadiri para tamu undangan, di antaranya 300-an anak yatim piatu, para keturunan Raja Kesultanan Aceh, Disbudpar, dan SKPA lainnya. Pembacaan zikir beserta doa dipimpin Ustaz Zul Arafah.
Ustaz Mujib mengatakan dalam sejarah kesultanan Islam kita mengenal beberapa sultan. Di antaranya Salahuddin Al-Ayyubi yang menaklukkan Palestina, Al-Fatih yang menaklukkan Konstatinopel.
Demikian juga Aceh pernah menjadi lima besar di antara kerajaan besar Islam dunia, Aceh Darussalam, Turki Utsmaniah, Agra, Persia dan Maroko. Mudah-mudahan semangat peradaban itu akan diwarisi oleh penerus-penerus sekarang.
“Tidak mulia Arab karena bangsanya tetapi mulia Arab karena Islam. Demikian juga tidak mulia Aceh karena bangsanya tetapi mulia Aceh karena Islamnya, dan karena Islamlah Aceh berjaya, dan karena Islamlah Sultan Iskandar Muda menjadi salah satu sultan yang mahsyur di dunia,” kata Ustaz Mujib.
Ustaz Mujib menjelaskan, 12 Rabiul Awal lahir Rasulullah maka diperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Dan istimewanya di Aceh sebagaimana titah dari Sultan Ali Mughayat Syah bahwa diwajibkan kepada rakyat Aceh untuk mengadakan maulid selama tiga bulan sepuluh hari, untuk berzikir dan kenduri maulid supaya saling bersilaturahmi.
“Ini merupakan peringatan maulid terpanjang di dunia,” katanya.
Mewakili keturunan para raja Aceh, Raja Saifullah juga berpesan, “Jak syehdara lon ban mandum tameusahoe supaya jiwoe tuwah bumoe aulia. Adat bak po teumeureuhom hukom bak Syiah Kuala qanun nibak Putroe Pahang reusam bak laksamana. Puwoe teuma tuah dan marwah nanggroe Aceh“.[]




